WONOSARI – Senin Legi | Situasinya sederhana tetapi benar-benar absurd. Sebagian besar masyarakat tempat saya bermukim adalah pemabuk. Saya tidak berdaya untuk menasehati mereka.
Langkah cepat yang paling memungkinkan adalah memanggil kedua anak saya masuk rumah. Saya menasehati, agar mereka tidak mengikuti jalan yang dimurkai Allah SWT.
VIDEO TERKAIT :
Perintah yang saya ikuti adalah surat Al-‘Asr: Demi masa. Sungguh manusia itu dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, serta saling menasehati untuk kebenaran, dan saling menasehati untuk kesabaran.
Saya tegaskan kepada kedua anak saya, bahwa minum alkohol itu salah, karena itu bukan ajaran Al- Quran.
Pertanyaan saya sangat sederhana: benarkah tetangga saya memiliki hak untuk tersinggung dengan ucapan saya?
Ini catatan saya tentang serangan yang kurang fair terhadap pengajian di dalam sebuah masjid oleh Ustadz Abdul Somad. (red)
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…