OPINI

SEBAGIAN BESAR MANUSIA MENDERITA PENYAKIT TBB

SEJAK zaman Rasulullah SAW menyiarkan Islam, tiga penyakit sosial Tuli Bisu dan Buta (TBB)  merajalela dan sulit disembuhkan.

Tuhan menciptakan bumi dan langit yang luas sesungguhnya untuk hunian dan prasarana manusia.

Karena kemajuan teknologi informasi, bumi dan langit berubah tinggal selebar tampah. Resiko tak terhindarkan, manusia makin terjangkiti penyakit sosial TBB.

Polah manusia seperti gabah den interi, salang tunjang rebut ducung dalam memburu sesuatu.

Sebagian besar manusia bingung saat menghadapi dinamika, dialektika dan romantika kehidupan dunia.

Tetapi Allah melalui Al-Qur’an maha tahu, Dia sering menyapa ciptaanNya, sesuai dengan konteks dan kepentingan agar manusia tidak bingung dan tidak tersesat.

Allah SWT menyapa Nabi dan Rasul. Allah menyapa orang-orang beriman, menyapa manusia secara umum. Dan sapaan Allah itu bisa personal individual, bisa pula kolosal sosial.

Wahai Adam, Wahai Musa, Wahai Muhammad, itu adalah sapaan individual untuk para Nabi.

Allah juga menyapa ciptaanNya dengan kalimat Wahai orang-orang beriman, Wahai orang kafir, Wahai manusia. Ini sapaan kolosal sosial.

Allah menyapa ciptaanNya dalam konteks berbagai keperluan misalnya untuk memperingatkan, melarang, menganjurkan, dan  memberi tahu sejumlah hal agar manusia berada di jalan lurus yang diridhaiNya.

Allah memberi tahu kepada orang yang menyimpang  dan orang yang menutupi jalan lurus (kafir) tetapi mereka TBB.

Instrumen tubuh lengkap, namun tidak sanggup mendengar, mengucapkan dan melihat kebenaran sejati yang ditunjukkan Allah SWT.

Mereka, dalam terminologi tauhid digolongkan ke dalam orang-orang yang tidak beriman. Meski mengaku beriman tetapi mereka hanya berpura-pura atau berolok-olok.

Di antara mereka ada yang buta huruf fungsional tidak memahami Taurat, kecuali hanya berangan-angan dan menduga-duga.

Diibaratkan, walaupun  menyalakan pelita dengan maksud memperoleh cahaya terang, Allah SWT memadamkannya, sehingga mereka tetap berada dalam kegelapan, tidak mendapat petunjuk. Mereka berada dalam kesesatan dan bingung.

Minyak goreng langka bingung, kemudian menyarankan agar rakyat menggoreng kerupuk dengan air.

Negara ini punya kebun jagung, saat pedagang besar  impor jagung mereka bingung, kemudian bersungut-sungut dan terheran-heran.

Birokrasi dan pemimpin politik dipagar betis dengan slogan revolusi mental, OTT  KPK terus saja berlanjut.

Ade Yasin Bupati Bogor menginap di sel KPK sebelum hari Raya Idul Fitri 2022, para Kalifah terbengong-bengon.

Presiden hasil pemilihan umum 2024 diprediksi bakal menerima istafet utang negara ribuan trilyun, tambah bingung lagi.

Intinya,  manusia Indonesia yang tidak memperoleh petunjuk adanya cuma bingung dan bingung, tidak mampu mengenali bahwa semua itu adalah buah karya tangannya sendiri.

Disapa dan diperingatkan oleh Allah SWT tetapi mereka tetap saja TBB.

Kepengin sembuh? Katakanlah Tuhan itu Esa. Dia merupakan tempat meminta segala sesuatu termasuk meminta kesembuhan dari penyakit sosial TBB. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

1 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago