WONOSARI, MINGGU PON -Pemilihan legeslatif. Presiden dan Wakil Presiden masih kurang lebih 374 hari ke depan (17/4/19). Sesuai jadwal, kali ini sampai pada tahap bimbingan teknis (bimtek) bagi Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). KPUD seluruh Indonesia serentak menggerakkan Pantarlih menyisir data mulai 17 April 2018.
“Selama sebulan penuh hingga 17 Mei 2018, Pantalih melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) para calon pemilih,” ujar Ketua KPUD Gunungkidul, Moh. Zaenuri Ikhsan (7/4).
Sesuai aturan, lanjut Zaenuri, setiap TPS diselesaikan oleh satu orang petugas. Asal petugas bisa dari perangkat desa maupun tokoh masyarakat.
Pantarlih dibentuk oleh Panitia Pemungutan Suara, ditugasi menyisir penduduk yang telah memiliki hak pilih, usia 17 tahun atau pernah menikah termasuk mencoret warga yang telah meninggal dunia.
Dalam mencoklit, pantarlih dibekali dokumen terbaru dalam bentuk DP4. Dalam rentang kerja satu bulan, hasil coklit setiap minggu dievaluasi oleh KPUD.
“Penyelenggara pemilu tidak mau kecolongan soal calon pemilih yang tidak terdaftar seperti pemilu sebelumnya, termasuk tidak mau terjadi dobel nama,” tegasnya.
Hasil kerja Pantarlih, menurut Zaenuri bermanfaat untuk menentukan jumlah TPS. Belum disebutkan, tetapi besar kemungkinan, bahwa TPS Gunungkidul membengkak.
Soalnya, kata Zaenuri, sesuai regulasi, per TPS maksimal hanya berisi 300 calon pemilih. (Agung)
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…