PERISTIWA

Secara Bertahap, 7 Kalurahan Mulai Terbebas dari Permasalah Pokok

GEDANGSARI-JUM’AT KLIWON | Tahap demi tahap persoalan air bersih yang dihadapi oleh warga masyarakat Kapanewon Gedangsari mulai diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Meskipun mengalami berbagai kendala utamanya dalam hal pembiayaannya, namun tidak menyurutkan pemerintah dalam mengupayakan penyeselesaian masalah klasik tersebut.

Dengan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam mengatasi persoalan di atas, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Panewu Gedangsari membuat terobosan melalui gerakan “Mari Wakaf Mata Air untuk Menggantikan Air Mata”.

Gerakan tersebut, saat ini mulai dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di 7 (tujuh) Kalurahan wilayah Kapanewon Gedangsari.

Program Mari Wakaf Mata Air untuk Mengantikan Air Mata, Kapanewon Gedangsari kembali berhasil melakukan pembuatan sumur bor di Kalurahan Hargomulyo. Atas keberhasilan tersebut masyarakat melakukan syukuran sekaligus do’a bersama pada Kamis, (17/6).

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Gedangsari Martono Iman Santoso, S.​IP, mengatakan bahwa, Kapanewon Gedangsari saat ini mulai terbebas dari droping air.

Sebelum ini, dikatakan Iman, droping air bersih selalu dilakukan, utamanya saat memasuki musim kemarau.

“Dengan program Mari Wakaf Mata Air untuk Mengantikan Air Mata ini pemerintah Kapanewon berharap agar masyarakat Gedangsari terbebas dari kekeringan,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan, bahwa progam Mari Wakaf Mata Air untuk Mengantikan Air Mata juga akan menyasar ke seluruh Kalurahan yang ada di Kapanewon Gedangsari.

“Kami menerima sumbangan dari warga masyarakat luar Gunungkidul,”tambahnya.

Salah satunya, ia menyatakan sumbangan tersebut berasal dari salah satu warga Medan Sumatera Utara yakni Mustika.

“Saya juga terus mencari pendonatur maupun dermawan lain untuk membantu masyarakat Gedangsari dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu air bersih,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Lurah Hargomulyo Sumaryanta mengatakan, bahwa masyarakat juga di haruskan memberikan swadaya yakni sebesar Rp 1 juta.

Dari dana swadaya masyarakat tersebut, diungkapkan Sumaryanta, selanjutnya akan dipergunakan untuk operasional serta penambahan sumur bor baru.

“Dengan semangat gotong royong kami yakin masyarakat dengan mudah dapat mengumpulkan dana swadaya,” jelasnya.

Mengingat secara geografis wilayah Gedangsari berbukit, sehingga menurutnya, diperlukan lebih banyak sumur bor, selain juga perawatan untuk sumur bor yang telah ada.

Pasca syukuran, Panewu Gedangsari ditemani Lurah Hargomulyo, serta Kapolsek melakukan mandi bersama sama di sumur bor baru tersebut.

Tampak hadir dalam acara syukuran yakni, Panewu Gedangsari Martono Iman Santoso, S.​IP, Kapolsek Gedangsari AKP Solechan, Lurah Hargomulyo Sumaryanta, serta tokoh masyarakat. (red)

infogunungkidul

Recent Posts

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

3 jam ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

5 hari ago

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

7 hari ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

1 minggu ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

3 minggu ago