Secara Bertahap, 7 Kalurahan Mulai Terbebas dari Permasalah Pokok

367

GEDANGSARI-JUM’AT KLIWON | Tahap demi tahap persoalan air bersih yang dihadapi oleh warga masyarakat Kapanewon Gedangsari mulai diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Meskipun mengalami berbagai kendala utamanya dalam hal pembiayaannya, namun tidak menyurutkan pemerintah dalam mengupayakan penyeselesaian masalah klasik tersebut.

Dengan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam mengatasi persoalan di atas, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Panewu Gedangsari membuat terobosan melalui gerakan “Mari Wakaf Mata Air untuk Menggantikan Air Mata”.

Gerakan tersebut, saat ini mulai dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di 7 (tujuh) Kalurahan wilayah Kapanewon Gedangsari.

Program Mari Wakaf Mata Air untuk Mengantikan Air Mata, Kapanewon Gedangsari kembali berhasil melakukan pembuatan sumur bor di Kalurahan Hargomulyo. Atas keberhasilan tersebut masyarakat melakukan syukuran sekaligus do’a bersama pada Kamis, (17/6).

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Gedangsari Martono Iman Santoso, S.‚ÄčIP, mengatakan bahwa, Kapanewon Gedangsari saat ini mulai terbebas dari droping air.

Sebelum ini, dikatakan Iman, droping air bersih selalu dilakukan, utamanya saat memasuki musim kemarau.

“Dengan program Mari Wakaf Mata Air untuk Mengantikan Air Mata ini pemerintah Kapanewon berharap agar masyarakat Gedangsari terbebas dari kekeringan,”ungkapnya.

Selain itu, pihaknya menegaskan, bahwa progam Mari Wakaf Mata Air untuk Mengantikan Air Mata juga akan menyasar ke seluruh Kalurahan yang ada di Kapanewon Gedangsari.

“Kami menerima sumbangan dari warga masyarakat luar Gunungkidul,”tambahnya.

Salah satunya, ia menyatakan sumbangan tersebut berasal dari salah satu warga Medan Sumatera Utara yakni Mustika.

“Saya juga terus mencari pendonatur maupun dermawan lain untuk membantu masyarakat Gedangsari dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu air bersih,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Lurah Hargomulyo Sumaryanta mengatakan, bahwa masyarakat juga di haruskan memberikan swadaya yakni sebesar Rp 1 juta.

Dari dana swadaya masyarakat tersebut, diungkapkan Sumaryanta, selanjutnya akan dipergunakan untuk operasional serta penambahan sumur bor baru.

“Dengan semangat gotong royong kami yakin masyarakat dengan mudah dapat mengumpulkan dana swadaya,” jelasnya.

Mengingat secara geografis wilayah Gedangsari berbukit, sehingga menurutnya, diperlukan lebih banyak sumur bor, selain juga perawatan untuk sumur bor yang telah ada.

Pasca syukuran, Panewu Gedangsari ditemani Lurah Hargomulyo, serta Kapolsek melakukan mandi bersama sama di sumur bor baru tersebut.

Tampak hadir dalam acara syukuran yakni, Panewu Gedangsari Martono Iman Santoso, S.‚ÄčIP, Kapolsek Gedangsari AKP Solechan, Lurah Hargomulyo Sumaryanta, serta tokoh masyarakat. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.