Kumat Sakit Jiwa, Gantung Diri di Suwunan Rumah

905

WONOSARI-KAMIS WAGE | Wastono (51) Warga Rt. 02 Rw. 02, Dusun Dunggubah II, Desa Duwet Kapanewon Wonosari, Gunungkidul gantung diri di dapur rumah tinggalnya, Kamis 17 Juni 2021. Kematiannya diketahui oleh keluarga jam 13.30 WIB.

Sebelum gantung diri Wastono dengan istrinya Tukini (47) ditemani Fatkurrohman (45) saudara korban yang dari Batam, makan siang bersama.

“Belum menghabiskan makanan korban ke arah dapur untuk merokok,” ujar Iptu Suryanto, Kabag Humas Polres Gunungkudul,” 17-6-2021.

Menurutnya, korban sempat ditegur oleh saudaranya agar menghabiskan makanannya terlebih dahulu.

Ketika istri dan dan saudara korban beristirahat di ruang depan, tiba-tiba terdengar dari arah suara seperti benda jatuh.

Mereka menengok ke dapur namun tidak menemukan apapun. Saksi 2 mencoba mengamati situasi sekitar. Ketika menengok ke atas melihat korban dalam posisi menggantung dengan tali terikat di suwunan rumah.

“Kakak saya menggantung menggunakan seutas tali dadung bahan plastik warna biru, terang Fatkurrohman.

Pemeriksaan pihak medis Puskesmas 1 Wonosari Gunungkidul yang dipimpin dr. Cutri Kuswinarsih menunjukkan di tubuh korban tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Menurut kesaksian Tukini, suaminya memang menderita gangguan jiwa selama bertahun-tahun.

“Sempat sembuh namun kumat-kumatan. Pada awal sebelum puasa suami saya sempat linglung dan makin parah setelah lebaran,” terangnya. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.