PERISTIWA

Setelah Ricuh di Jogja Ketua Umum PSHT Keluarkan Pernyataan Sikap

YOGYAKARTA- RABU WAGE|Ketua Umum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun mengeluarkan pernyataan sikap. Pasalnya, Anggota PSHT terlibat bentrok dengan kelompok masyarakat di Yogyakarta Minggu (04/06/2023).

Poin penting pernyataan sikap tersebut berbentuk larangan. Agar warga PSHT tidak berkonvoi secara masal.

Ketua Umum PSHT Drs. R. Moerjoko, HW menyampaikan keterangan resmi bahwa permasalahan yang ada di Yogyakarta antara oknum yang mengatasnamakan warganya dan kelompok masyarakat Yogyakarta telah diserahkan kepada aparat penegak hukum.

Moerjoko meminta kepada aparat Kepolisian untuk menindak tegas terhadap oknum yang terbukti bersalah, sesuai aturan dan ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami minta warga SH Terate tidak mudah terprovokasi oleh pemberitaan di sosial media yang berupa ajakan, adu domba dan intimidasi. Itu mengganggu stabilitas Kamtibmas wilayah,” terang pria yang lahir 22 Februari tahun 1953 itu.

Mas Mur, sapaan akrab Ketum PSHT juga melarang warga SH Terate melakukan kegiatan yang mengganggu Kamtibmas.Anggotanya tidak diperbolehkan melakukan penanganan hukum dengan cara unjuk rasa masal di kantor Kepolisian yang bersifat provokatif.

“Kami melarang konvoi masal, karena mengganggu tertib berlalu lintas. Juga mengganggu keamanan masyarakat. Kami melarang menggunakan atribut SH Terate secara pribadi atau kelompok di luar kegiatan organisasi,” tegasnya

Ketum Moerjoko berpesan, apabila ada warga yang terbukti melanggar aturan, adat, tradisi serta wasiat SH Terate maka dengan tegas pimpinan pusat akan mencabut haknya sebagai warga SH Terate.

“Kepada seluruh anggota SH Terate di manapun berada agar menjaga Kamtibmas yang kondusif di wilayah masing-masing.

Apabila terjadi masalah di wilayah tertentu, agar anggota berkordinasi dengan pengurus wilayah. Tidak boleh bertindak anarkis serta main hakim sendiri,” pungkasnya.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

View Comments

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

1 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago