WONOSARI, Kamis Pahing – Di Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah diterapkan kurikulum 13. Kedua jenjang pendidikan ini mengalami kendala, buku siswa belum tersedia. Namun demikan proses belajar mengajar tetap berjalan karena guru telah mempunyai buku pegangan.
“Siswa memang belum mendapatkan buku, karena belum datang,” ujar Bahron Rosyid, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, 26/07/17.
Menurut Bahron, buku kurikulum 13 tersebut dibeli oleh sekolah masing-masing dengan menggunakan dana Biaya Operasional Sekolah ( BOS).
“Dana BOS telah ditransfer ke sekolah masing-masing, untuk segera pesan buku lewat daftar E-katalog,” jelasnya.
Diakuinya, dari 9 buku mata pelajaran untuk SMP memang ada yang datang dan yang belum. Itu tergantung dari masing-masing sekolah.
Bahron berharap buku yang dipesan dari sekolah itu segera datang, supaya proses belajar tidak ada kendala.
Reporter: W. Joko Narendro
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…