Sujoko Berkelit, Tidak Tahu Kalau Kasus Desa Pringombo Rumit

103

WONOSARI, SELASA PON-Suratin, Kades Pringombo urung memberhentikan Kabag Kesra Suprabono hampir setahun lamanya. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Kabupaten Gunungkidul menganggap problem tersebut rumit.

Kepala Dinas DP3AKBPMD Sujoko saat dipanggil Komisi A DPRD Gunungkidul mengklarifikasi permasalahan tersebut. Pihaknya tidak mengetahui secara pasti mengapa permasalahan tersebut menjadi rumit dan tak kunjung selesai.

“Jelas kewenangan sudah ditingkat bawah. Saya juga tidak tahu ada apa disana, kenapa pak kades tidak berani dan pak camat tidak tegas dalam melaksanakan Undang-undang,” ujar Sujoko saat klarifikasi di Komisi A. (2/4).

Namun demikian Sujoko mengaku bahwa saat ini pihaknya sudah mengirim surat atas permintaan camat yang berisi rekomendasi untuk memberhentikan Suprabono.

Pihak Dinas juga menampik jika dinilai tidak respon lantaran pada awal 2017 lalu sudah berproses walaupun kenyataannya belum terselesaikan.

“Coba kita tunggu, mudah-mudahan ini tidak lama,”katanya.

Menanggapi permasalahan tersebut anggota Komisi A Hudi Sutamto merasa geram lantaran Dinas terlalulama melakukan pembiaran, Menurutnya aturan harus diaksanakan, tidak boleh ditawar-tawar. Selain itu tidak adanya kejelasan atas permasalahan tersebut hingga satu tahun merupakan waktu yang cukup lama.

“Itu artinya Kades sudah melanggar sumpah jabatannya,”ucap Hudi.

Diketahui sebelumnya Kabag Kesra Desa Pringombo Suprabono terjerat kasus hukum, melakukan perjudian. Yang bersangkutan pun sudah keluar dari penjara setelah mendapatkan vonis kurungan penjara selama 3 bulan 15 hari.

Dalam Peraturan Dalam Negeri (permendagri) Nomor 83 Tahun 2015 tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa pada BAB III pasal 5 poin 3b disebutkan, Perangkat Desa diberhentikan jika dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan keputusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. (fr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.