Potensi yang ada diharapkan menjadi wahana efektif sebagai upaya pengentasan kemiskinan oleh masyarakat itu sendiri. Untuk selanjutnya Pemkab tinggal memfasilitasi dengan memudahkan akses membangun konektivitas antar obyek.
Sultan juga mencontohkan, dibukanya ruang publik Malioboro sebagai kawasan uji-coba semi-pedestrian setiap Selasa Wage, maka muncullah kreativitas masyarakat yang meningkatkan daya atraktif khas dan memberi nilai tambah Malioboro sebagai destinasi wisata budaya.
“Makanya, jika pemerintah dan masyarakatnya kurang kreatif, Gunungkidul akan seperti raksasa tertidur lelap yang tak akan mendapatkan apa-apa. Padahal pembangunan wilayah Timur YIA dengan daya tarik wisata geopark dan pantainya, wisatawan tidak hanya tertarik ke Borobudur. Yang harus kita bangun adalah regional image melihat Borobudur dari Yogya, bukan sebaliknya melihat Yogya dari Borobudur,” jelas Sri Sultan.
Sementara itu Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S. Sos menyampaikan, sebagai komitmen dalam pelaksanaan pembangunan dan pemerintahan, telah dilaksanakan dengan segenap kemampuan yang ada.
Pariwisata sebagai substansi utama dalam visi pembangunan telah menunjukan prospek bagus dan memberi dampak sosial ekonomi yang nyata, mampu meningkatkan perkembangan UMKM.
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…