PLAYEN, Jumat Legi – Sumur Duwo yang menyatu dengan tanah balai Padukuhan Dengok II, Desa Dengok, Kecamatan Playen punya cerita aneh. Bukan sebatas cerita dari mulut ke mulut, Sumur Duwo pernah menjadi sarang demit. Tak jarang lelembut itu menggoda warga setempat.
“Di awal kemerdekaan (1940), sumur Duwo merupakan sumber air bersih bagi warga setempat. Menjadi sumur mati (tak dimanfaatkan) sejak tahun 1983,” kata Suryono (57) Warga Dengok II, 3/8/17.
Menurutnya, sumur Duwo, baru setahun lalu dibersihkan warga. Sebelumnya, selama 33 tahun (1983-2016) dibiarkan tidak terurus.
Tidak aneh, demikian mantan sopir kontrak pada Dinas Kehutanan ini menuturkan, sumur Duwo menjadi sarang makhluk halus yang suka menggoda dengan cara menyusup ke tubuh anak-anak.
“Bahkan pramuka yang berkemah di Dengok II beberapa tahun lalu, sempat diampiri. Ketika ditanya, makhluk penyusup itu mengaku berumah di sumur Duwo yang saat ini dibangun balai padukuhan,” paparnya.
Mengingat sumber air bersih ini memiliki sejarah, warga tergerak merawat dan memanfaatkan, sekalian untuk fasilitas balai padukuhan.
Suwandi, dukuh setempat menambahkan, sesuai data desa terbaru, sumur tua dan bangunan balai padukuhan berada di tanah SG seluas 583 meter persegi.
Sejak digarap dan didirikannya balai padukuhan, menurut Suwandi, makhluk halus itu tidak lagi menganggu warga sekitar. Agung Sedayu
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…