EKONOMI

Batik Amarilis: Siapa Sesungguhnya Yang Mengeruk Keuntungan?

PATUK, Jumat Legi  – Bunga amarilis mekar setahun sekali, umurnya tidak lebih dari seminggu. Gencarnya promosi di sosmed, amarilis sempat bikin heboh. Camat Patuk  tergoda, amarilis dijadikan motif batik. Ketika batik amarilis gagasan Camat terealisasi, siapa sesungguhnya yang menangguk untung. Penguasa, pengusaha, atau rakyat?

“Yang pasti, masyarakat Patuk hanya menjadi penonton. Tidak ada segelintir warga pun yang memperoleh manfaat ekonomi,” demikian komentar Bambang Krisnadi, anggota DPRD DIY, (4/8/).

Menurut politisi PDIP yang tak segan bersuara lantang ini, menautkan bunga amarilis ke dalam kain batik merupakan gagasan dangkal, tidak cerdas, eksklusif, pejabat ingin cari perhatian.

“Berkali-kali saya kritik, Patuk itu adalah gerbang utama masuk ke Gunungkidul. Masyarakat memperoleh apa? Hanya debu alias bleduk kendaraan yang hilir mudik,” ulasnya pedas.

Belakangan dipamerkan batik amarilis. Menurut Bambang Kris, yang mendulang duit adalah pengusaha, dengan catatan jika batik tersebut laku.

Dia menggambarkan, berbeda dengan misalnya warga Patuk digerakkan membuat batik tulis. Ini peluang usaha yang membuat perekonomian merangkak.

Bambang Krisnadi meragukan upaya yang ditempuh Camat Patuk R. Haryo Ambar Suwardi tentang batik printing motif amarilis yang dipamerkan di medsos beberapa saat lalu. Agung Sedayu

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

7 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago