TEMAN, apakah kamu bisa mendengar suara lembut mengurung langit dan bumi?
Getarannya lirih menyebabkan langit hampir pecah dan bumi nyaris terbelah.
Aku mencari sumbernya namun lama tak ketemu, ternyata tersebar di seratus empat belas benua.
Lembutnya suara maha, gendang telinga yang kasar dan congkak tidak akan mampu merasai.
Sungguh, suara itu menghampiri atau aku yang mendekati, aku hampir lupa.
Meski aku bilang, itu suara Tuhanku, orang-orang tidak percaya. Mereka lebih suka deru mesin di jalan yang dibalut jutaan debu kotor.
Kemudian orang-orang menjadi bagian dari debu kotor itu sampai hari pembalasan untuk dibukakan neraca pembagian.
Kawan, aku masih di tanah rantau, tidak dan belum pulang karena tubuhku ternyata juga masih berdebu.
Sama sekali aku tidak mengerti, mengapa angin tak juga menerbangkan debu kotor pada pagi-pagi.
Bersama dunia aku berburu apa makin tidak jelas bentuk dan rupanya. Menjadi tertawaan ketika aku mirip batu yang diliputi debu maha lembut.
Ketika ditimpa hujan. Debu itu hilang dan batu itu makin mengeras dan licin. Aku tidak bermanfaat apa apa.
Aku pasti pulang setelah batuku melembut seperti air dan bermanfaat menumbuhkan ilalang belakang rumah, seperti sebelum aku meninggalkan kampung halaman. (Bambang Wahyu)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…