YOGYAKARTA, (Jumat Pon) – Sepuluh tahun terakhir, frekuensi gempa bumi terus meningkat. BMKG mencatat, kenaikan itu mencapai 50%. Penyebab kenaikan masih dikaji.
Daryono, Kepala Bidang Informasi Gempa bumi dan Peringatan Dini Tsunami menjelaskan, penyebab meningkatnya bencana gempa bumi masih dalam proses penelitian.
“Kemungkinan, disebabkan oleh gempa besar yang diikuti gempa susulan dan gempa swarm,” demikian pernyataan Daryono yang disebar lewat Media Center BPBD DIY, (8/1).
Mengutip ulasan ahli soismologi, Roger Bilham, meningkatnya frekuensi gemba bumi ada korelasi erat dengan tingkat kecepatan rotasi bumi.
Pada posisi rotasi normal gempa bumi besar rata-rata terjadi 14 kali pertahun. Sementara ketika ada pelambatan rotasi, gempa bumi besar bisa mencapai 25 hingga 30 kali per tahun.
“Awal tahun 2018 gempa bumi pada periode pelambatan rotasi itu,” terang Roger Bilham.
BMKG merilis, tahun 2018 gempa bumi besar terjadi 23 kali mengakibatkan kerusakan dan menelan korban jiwa. Frekuensi gempa bumi mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah gempa mendekati analisis Roger Bilham.
YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…
BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…
SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…
YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…