Sementara lobang tersebut, dikatakan Estu, sebaiknya ditutup, untuk itu segala sesuatunya, warga siap melakukan kerja bakti.
“Sebenarnya ini bukan yang pertama kali terjadi. Fenomena ini sudah terjadi dalam 20 tahun terakhir sejak tahun 2000an. Lokasinya tidak jauh dari sini hanya saja berbeda titik,” tambahnya.
Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, sejak awal 2020 ini, tanah amblas terjadi di 5 lokasi di Kecamatan Girisubo. Lokasi amblasnya tanah pun beragam, ada yang di telaga, namun ada pula yang berada di tengah pemukiman warga.
“Untuk masyarakat yang dekat dengan lokasi sebaiknya berhati-hati, terutama ketika turun hujan, karena sangat memungkinkan lokasi tersebut terjadi tanah amblas,” tuturnya.
Edy mengatakan, lubang tersebut harusnya segera ditimbun dengan material batu maupun tanah, atau bisa juga dengan ranting pohon.
“Yang penting jangan dengan sampah, karena itu tidak bisa menutup amblasan tanah,” jelas Edy. (hr)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…