KESEHATAN

Tanpa Pemeriksaan: Dokter Bisa Menyatakan Pasien Sehat Covid-19

PATUK-SENIN PAHING | Doker Jovita Dessy Rahmawati selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Puskesmas Patuk II yang berkedudukan di Desa Ngoro-Oro mengeluarkan surat keterangan sehat (sembuh) dari Covid-19 tanpa melakukan cek lapangan. Artinya dr. Jovita tanpa melihat dan memeriksa kondisi pasien yang sesungguhnya. Terkait hal itu dr. Jovita punya alasan.

Surat Keterangan sehat itu bernomor 445/COVID/298 ditanda tangani tanggal 29 Juni 2021.

Surat keterangan sehat dikirim kepada Ika Prasarawati (45) warga RT 29 RW 07 Padukunan Putat Wetan Desa Putat Kapanewon Patuk.

Pasien mengaku, pada saat menerima surat keterangan, kesehatan dirinya tidak pernah diperiksa, sementara pada bagian awal surat disebutkan tentang adanya pemeriksaan.

Ika Prasarawati sebagaimana disebut dalam surat itu telah diperiksa berdasarkan KMK Nomor HK 01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Corona virus Disease 2019 pada saat diperiksa tanggal 29 Juni tahun 2021.

Dalam diktum 1 surat keterangan itu berbunyi, “Pasien telah menyelesaikan masa isolasi Mandiri selama 14 Hari sejak dinyatakan positif Covid di Putat Wetan RT 29/07 Putat Patuk Gunungkidul.”

Pada diktum 2 dr. Jovita menulis, pasien tidak ada gejala dan dinyatakan sehat, boleh melakukan aktivitas seperti sebelumnya dan tetap melakukan protokol kesehatan.

Surat keterangan yang sama dikirim kepada warga satu Padukuhan tetapi beda RT, atas nama Untung (76). Surat yang dikirim bernomor 445/COVID/308 tertanggal 1 Juli 2021.

Ketika dikonfirmasi, dr. Jovita menjelaskan, surat keterangan sehat untuk Ika Prasarawati diambil, bukan diantar ke rumah.

“Pasien atas nama Untung pengambilan surat sehat diwakilkan ke Bu Suharti, yang keluarganya juga positif,” terangnya, Senin malam, 5-7-2021.

Lebih rinci dr. Jovita mengatakan, bahwa cara itu namanya komunikasi lewat telemedicine.

“Pemantauan seperti itu bisa dilakukan dari jarak jauh. Kalau sudah tidak ada keluhan lagi, dan sudah selesai isolasi mandiri 14 hari. Sudah bisa aktivitas kembali,” pungkas dr. Jovita. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polres Gunungkidul akan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Brutal Terhadap Seorang Remaja di Wonosari

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…

1 hari ago

Remaja di Gunungkidul Dikeroyok, Disiram Miras, Luka Dilumuri Garam

WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…

2 hari ago

Kliwon Ditemukan Selamat di Hutan Sanglor

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…

6 hari ago

Seorang Pria ODGJ Ditemukan Gantung Diri

GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…

1 minggu ago

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

2 minggu ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

4 minggu ago