OPINI

TANPA THR: PETANI, BURUH, DAN NELAYAN TETAP TEGAR

WONOSARI, Rabu Kliwon – Menyongsong Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriyah 2018, Presiden Jokowi melindungi PNS, TNI, dan Polri dengan perisai THR. Kemenangan usai puasa sebulan penuh, sebenarnya tidak harus ditandai dengan kemampuan berbelanja karena memperoleh THR. Output Ramadhan, lebih dekat ke dalam bentuk berfikir dan bersabar ketika melihat perbedan yang sekilas terlihat tidak adil.

PNS, TNI, dan Polri dilihat dari sisi undang-undang, faktanya memang berbeda dengan Perangkat Desa, dan pekerja pabrik. Perbedaan tersebut akan lebih jauh lagi jika dibandingkan dengan warga negara kategori petani, nelayan, dan buruh bangunan.

Tetapi perbedaan tersebut akan lebur dan menjadi sama, ketika persoalannya dilihat dari sisi karya dalam bentuk makanan olahan yang tersaji di atas meja.

Ketupat Hari Raya dengan tempe bacem, sambel goreng lombok abang yang dimasak Bu Kades, nilainya akan sama dengan nasi putih super pulen, opor ayam serta bestik daging sapi yang dimasak istri seorang PNS, Tentara, dan Polisi. Juga akan sama dengan masakan para petani, nelayan dan buruh bangunan.

Di atas meja, makan tidak lagi bisa dibedakan, mana masakan yang dibeli dengan uang THR, mana pula yang beli dari kucuran keringat buruh bangunan.

Setiap mulut akan mengunyah kemudian menelan. Dan perut besar bertugas menggiling, memilah nutrisi untuk diedarkan ke sekujur tubuh dalam bentuk kalori. Perut tidak pernah mempersoalkan uang THR, dan uang non-THR.

Melihat Presiden Jokowi membagi-bagi THR, mata hati, dan mata pikir selayaknya bersyukur, karena tanpa bantuan Negara, Buruh, Petani, dan Nelayan masih bisa tegar dalam berhariraya. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

6 hari ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

3 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago