WONOSARI, Rabu Legi – Semalam, direktur Loka Dance School, Scolastica Wahyu Pribadi menggelar festival seni kontemporer. Delapan group dari Lampung hingga Bali, tampil menawan. Panggung yang digelar sekitar 120 menit memberi warna baru bagi jagat kesenian Gunungkidul.
Penari asal Pulau Dewata pada gelar malam itu memberontak terhadap tari yang telah mapan. Lenggok tubuh dan gerak mata, dirobek dengan kelenturan lengan berkolaborasi dengan ibujari dan tekunjuk.
Hasilnya cukup menakjubkan, 350 penonton yang hadir di gedung serba guna Desa Kepek Kecamatan Wonosari 25/7/17 malam, dibuat terperengah.
Mirip tari balet, garapannya cukup halus. Sebuah pembrontakan yang menggelitik dan nakal. Sayang tidak semua warga Gunungkidul berkesempatan menyaksikan pertunjukan yang langka terjadi.
Usai pagelaran tari, Scholastica Wahyu Pribadi memaparkan bahwa seni tari itu luwes. Dia menyebut, meski para penari malam itu kostumnya banyak terinspirasi barat, namun ada pula yang tetap bertahan pada dandanan tradisional.
“Tari Patih Alengka, tetap menengakan busana wayang, hanya saja seluruh gerak adalah hasil imajinasi dan improvisasi penata tari/ koreografer,” ucap Tica.
Direktur Loka Dance Shool yang lahir 27 tahun lalu alumnui UNY jurusan seni tari ini mengatakan seni jathilan pun bisa digarap menjadi seni kontemporer, tanpa menghilangkan karaker seni jathilan. Agung Sedayu
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…