WONOSARI, Senin Pahing – Kolaborasi antara tari reog, jathilan dan tayub khas Gunungkidul diramu menjadi satu dan terbentuklah tarian kreasi baru. Tari Reroncen demikian namanya, gagrak Gunungkidul asli dan bakal pentas di Parade Tari Nasional mewakili Provinsi DI Yogyakarta di ibukota Jakarta pada 19 Agustus 2017.
Diungkapkan Widi Pramono 21, untuk menarikan Reroncen membutuhkan 8 penari inti dan 28 penari pendukung.
“Sebelumnya di Parade Tari Tingkat DIY kita sudah menang dan akhirnya Reroncen disiapkan untuk maju ke Parade Tari Nasional besok pertengahan Agustus ini,” ungkapnya seusai menarikan Bambangan Cakil di Lapangan Kwarasan, Nglipar belum lama ini.
Lebih lanjut mahasiswa semester IV di Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini membeberkan, konsep tari Reroncen disutradarai Yestriyono Piliyanto dan penggarap musiknya Muchlas Hidayat. Keduanya juga alumnus ISI asli putra daerah Kabupaten Gunungkidul.
“Kolaborasi tari reog, jathilan dan tayub yang diolah sedemikian rupa menjadi suatu ramuan yang apik antara rancak dan lembut. Semoga bisa mempersembahkan hasil terbaik bagi DIY maupun Gunungkidul,” lanjutnya.
Untuk itu, Widi berharap dukungan dan doa restu dari seluruh warga Gunungkidul agar rombongan yang berangkat ke ibukota bisa tampil maksimal dan mempersembahkan hasil yang terbaik. Red
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…