PERISTIWA

Tertipu Calo, Masjid Al Huda Rata dengan Tanah

GUNUNGKIDUL – SELASA PON | Nasib malang menimpa warga Padukuhan Gari RT 02/11, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari. Masjid Al Huda yang menjadi tempat ibadah warga, kini telah rata dengan tanah, setelah pengurus masjid tertipu oleh oknum penghubung (calo) yang menjanjikan bantuan pembangunan.

Peristiwa tersebut bermula saat dua orang, Agus dan Hardiman mendatangi pihak pengurus masjid. Keduanya menawarkan bantuan pembangunan masjid dengan klaim ambisius, 99% biaya akan ditanggung oleh Yayasan Al-Basirah dan Yayasan Polda DIY, dengan satu syarat bangunan lama segera dibongkar.

Kronologi Kejadian

Dalam pertemuan yang dihadiri dukuh, RT, dan tokoh masyarakat, Agus dan juga Hardiman, memberikan batas waktu (deadline) dua hari untuk memberikan jawaban.

Tergiur dengan janji pembangunan masjid standar SNI, Ketua Panitia Pembangunan, Budi akhirnya menandatangani surat kesanggupan.

Proses pembongkaran dipercepat dengan mendatangkan alat berat (ekskavator) yang dikirim oleh Agus tanpa konfirmasi.

Meski sempat terjadi perdebatan, bangunan masjid pun akhirnya diratakan dengan tanah, pada 22-23 November lalu, demi mengejar target pembangunan yang dijanjikan.

Janji Palsu dan Penolakan Yayasan

Kecurigaan mulai muncul setelah perwakilan yayasan bernama Anton meninjau lokasi. Setelah menunggu selama tiga minggu, pihak Yayasan Al-Basirah justru memberikan kabar mengejutkan bahwa permohonan bantuan Masjid Al Huda ditolak.

Upaya konfirmasi dilakukan kepada pihak lain yang sempat dicatut namanya, salah satunya Bon Ali dari Yayasan Polda DIY. Namun, pihak Bon Ali menegaskan, pihaknya sama sekali tidak tahu-menahu mengenai rencana bantuan tersebut.

Saat ini, Agus dan Hardiman, penghubung yang kala itu memberikan janji manis, tidak dapat dihubungi dan menghilang.

Butuh Uluran Tangan

Akibat kejadian tersebut, warga kini tidak memiliki tempat ibadah yang layak karena bangunan lama terlanjur dihancurkan.

Budi selaku ketua panitia hanya bisa menanggung kekecewaan, berharap ada pihak yang bersedia membantu.

“Saat ini dana yang terkumpul dari donatur baru mencapai sekitar Rp450 juta, sementara estimasi pembangunan masjid membutuhkan biaya total sekitar Rp1,8 miliar,” terang Budi.

Pihak panitia mengetuk pintu hati para dermawan yang ingin menyisihkan rezekinya untuk membangun kembali Masjid Al Huda di Padukuhan Gari RT 02/11, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul.

Bantuan dapat disalurkan melalu Nomor Rek. BRI 6987-0102-941-053-5. Dengan demikian, warga berharap, masjid kebanggaan mereka dapat segera berdiri kembali, agar kegiatan ibadah dapat berjalan normal.

Penulis: JK-UNG
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/
infogunungkidul

Recent Posts

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

3 hari ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

5 hari ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

2 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

2 minggu ago

Terbanyak Sepanjang Sejarah, UGM Wisuda 3.865 Mahasiswa

YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…

2 minggu ago

Belasan Ribu Mahasiswa Baru UNY Ikuti PKKMB

YOGYAKARTA - SELASA PAHING,  SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…

2 minggu ago