GEDANGSARI, SENIN PAHING-Subardi mengaku pernah merantau ke Papua, dua tahun lalu. Dia pulang kampung membawa buah tangan unik. Topi daun kelapa, makin kering makin keren.
Lelaki yang hidup membujang ini adalah warga Padukuhan Wareng, Desa Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul. Dia, nebeng pada stand pameran karya seni, berbarengan dengan Gelar Desa Budaya di Gubuk Gede (28/10), kemarin siang.
“Di Tanah Papua, saya diajari penduduk pedalaman menganyam daun kelapa menjadi topi yang unik,” kata Subardi, sembari menyelesaikan pesanan.
Topi kreatif dari daun kelapa dia jual seharga Rp 10.000,00 per biji. Subardi mengku, satu topi, diselesaikan dalam waktu 10 menit. Di rumah, sehari dia mampu merampungkan 20 hingga 25 pesanan.
“Lumayan, cukup untuk menopang makan sehari-hari,” ujarnya.
Saat nebeng pada stand pameran di Gubuk Gede dia mengaku telah mengantongi Rp 100.000,00.
Dia bilang, topi daun kelapa ini makin lama makin kelihatan cantik. Daun mengering tidak masalah. Yang jelas bermanfaat melindungi terik matahari.
Ditanya soal kemungkinan berjualan di tempat-tempat wisata, dia menyatakan masih mikir dua kali.
“Utamanya modal, karena daun kelapa sebagai bahan dasar tidaklah gratis,” kata dia. (Agung)
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…