WONOSARI – Senin Kliwon | Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, semakin santer juga isu people power atau gerakan kedaulatan rakyat untuk mengepung Gedung KPU, dan Bawaslu. Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menolak hal itu.
Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menyarankan hasil pemilu supaya menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan menghormati apapun hasilnya. Gerakan people power, menurut ulama, banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Hal itu diungkapkan oleh Ustad Mohammad Khoeron Marzuki S.Ag, pengasuh ponpes Al-Mumtaz Patuk, sekaligus Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMB NU) menyatakan menolak dengan adanya pengerahan massa ke Jakarta atau people power dalam menghadapi Pemilu 2019.
“Sehingga saya menghimbau mari ikuti mekanisme yang ada, kita tunggu hasil dari KPU. Jika ada pelanggaran-pelanggaran, tambah dia, selesaikan dengan jalur hukum sesuai dengan tata aturan perundang-undangan yang ada,” jelas Mohammad Khoeron Marzuki.
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
View Comments
Apa untungnya people power..banyak teroris..malah nyawa taruhannya...yg di bela juga blm tentu peduli