Ulama dan Tokoh Masyarakat Gunungkidul Tolak People Power

326

WONOSARI – Senin Kliwon | Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, semakin santer juga isu people power atau gerakan kedaulatan rakyat untuk mengepung Gedung KPU, dan Bawaslu. Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menolak hal itu.

Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menyarankan hasil pemilu supaya menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan menghormati apapun hasilnya. Gerakan people power, menurut ulama, banyak mudharatnya daripada manfaatnya.

Subarni Budi Kasih, Sosok Caleg Gunungkidul Paling Misterius

Hal itu diungkapkan oleh Ustad Mohammad Khoeron Marzuki S.Ag, pengasuh ponpes Al-Mumtaz Patuk, sekaligus Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMB NU) menyatakan menolak dengan adanya pengerahan massa ke Jakarta atau people power dalam menghadapi Pemilu 2019.

“Sehingga saya menghimbau mari ikuti mekanisme yang ada, kita tunggu hasil dari KPU. Jika ada pelanggaran-pelanggaran, tambah dia, selesaikan dengan jalur hukum sesuai dengan tata aturan perundang-undangan yang ada,” jelas Mohammad Khoeron Marzuki.




One thought on “Ulama dan Tokoh Masyarakat Gunungkidul Tolak People Power

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.