WONOSARI – Senin Kliwon | Menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 oleh KPU, semakin santer juga isu people power atau gerakan kedaulatan rakyat untuk mengepung Gedung KPU, dan Bawaslu. Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menolak hal itu.
Ulama dan tokoh masyarakat Gunungkidul menyarankan hasil pemilu supaya menunggu Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan menghormati apapun hasilnya. Gerakan people power, menurut ulama, banyak mudharatnya daripada manfaatnya.
Hal itu diungkapkan oleh Ustad Mohammad Khoeron Marzuki S.Ag, pengasuh ponpes Al-Mumtaz Patuk, sekaligus Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMB NU) menyatakan menolak dengan adanya pengerahan massa ke Jakarta atau people power dalam menghadapi Pemilu 2019.
“Sehingga saya menghimbau mari ikuti mekanisme yang ada, kita tunggu hasil dari KPU. Jika ada pelanggaran-pelanggaran, tambah dia, selesaikan dengan jalur hukum sesuai dengan tata aturan perundang-undangan yang ada,” jelas Mohammad Khoeron Marzuki.
Page: 1 2
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
View Comments
Apa untungnya people power..banyak teroris..malah nyawa taruhannya...yg di bela juga blm tentu peduli