Viral! Video Lurah Vs Warga di Gunungkidul Banjir Komentar Pedas

704

GUNUNGKIDUL – JUMAT LEGI | Video viral Suharyanto Lurah Ngalang, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, dalam menanggapi warga yang mempertanyakan kejelasan status tanah Sultan Ground (SG) banyak menuai kecaman dan komentar negatif.

Ketua Paguyuban Lurah se-Kapanewon Gedangsari, Sumaryanta, S.AP., memberikan pandangan dan perspektif lain terkait emosi yang ditunjukkan Lurah Ngalang Suharyanto.

“Sebelumnya memang ada video-video viral yang dibuat oleh akun (warga bernama) Rahmat. Kemungkinan Pak Lurah Ngalang merasa tersulut emosinya karena hal tersebut, sehingga saat bertemu, bukannya memberikan keterangan, justru menyerang personal. Hal itu bisa dikatakan reaksi manusiawi saat emosi tersulut,” ujar Sumaryanta, Jumat (09/01/2026) sore.

Meski memahami sisi emosional rekannya, Sumaryanta yang juga Lurah Hargomulyo, Kapanewon Gedangsari menegaskan, informasi publik seharusnya bebas diakses oleh masyarakat sekaligus sebagai bentuk transparansi dalam tata kelola pemerintahan kalurahan/desa.

“Di Kalurahan Hargomulyo, kami justru senang dan selalu terbuka jika warga bertanya mengenai informasi publik, baik itu soal pembangunan maupun aset-aset kalurahan,” ungkap Sumaryanta.

Terpisah, Ketua Paguyuban Lurah dan Pamong Semar Kabupaten Gunungkidul, Suhadi menyampaikan, dalam dinamika kalurahan/desa menjadi sorotan publik diperlukan integritas masing-masing pamong kalurahan.

“Perlu kita tekankan pola komunikasi publik dan etika komunikasi mari kita perbaiki. Selain itu tidak kalah penting adalah pemahaman regulasi. Bila dua hal ini dapat kita laksanakan baik maka amanah di pundak kita selaku pamong akan berjalan baik,” jelas Suhadi yang juga menjabat Lurah Pacarejo, Kapanewon Semanu.

Lebih lanjut, Suhadi mengatakan, tidak hanya peristiwa di Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari, tetapi beberapa kejadian di kalurahan lain di Kabupaten Gunungkidul, selaku Ketua Paguyuban Semar, Suhadi merasa prihatin, serta mengajak para pamong kalurahan agar dalam menyikapi persoalan diselesaikan secara arif.

“Kami juga membuka kesempatan kalau kami (Semar) diminta untuk memberikan sumbangan pikiran segala macam dukungan moril kami siap,” ungkap Suhadi.

Sebelumnya diketahui, unggahan video @Infogunungkidul yang memperlihatkan ketegangan antara warga Kalurahan Ngalang dengan pihak pemerintah kalurahan setempat mendadak viral.

Dalam video tersebut, sejumlah warga mempertanyakan kejelasan status tanah Sultan Ground (SG), namun respons Lurah Ngalang, justru dinilai menyerang ranah personal.

Unggahan tersebut kini dibanjiri lebih dari seribu komentar pedas netizen. Akun @jogjastudent menuliskan, “Ngelaknya nyerang personal,” sementara akun @rinanisa_ menyayangkan sikap pemimpin tersebut dengan berkomentar, “Ini lurah? Duhhh.”

Selain itu, tidak sedikit netizen yang menandai akun pejabat Kabupaten Gunungkidul dan Keraton Yogyakarta, salah satunya @juraganwp yang memention Bupati Gunungkidul dengan narasi, “Kerjaan iki bu @endah_subekti_k.”

Publik berharap, insiden di Kalurahan Ngalang dapat menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran pamong kalurahan untuk tetap mengedepankan keterbukaan informasi publik sesuai amanat undang-undang.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Lurah Ngalang belum memberikan pernyataan resmi terkait gelombang kritik publik yang ada.

Penulis: AGUS/JK_KUNK
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.