HGN ke-66 Persagi Gelar Pemecahan MURI Edukasi Gizi Serentak

2358

WONOSARI — RABU PON |Mengangkat tema Gizi Seimbang bagi Anak Sekolah, kegiatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 Tahun 2026, Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) pemecahan rekor MURI Edukasi Gizi Serentak, Rabu (21/01/2026).

Dengan dimulainya Program Makan Bergizi Gratis bagi Anak Sekolah, HGN ke-66 kali ini menjadi momen penting bagi insan gizi Indonesia. Selain itu program tersebut juga dinilai sebagai langkah nyata negara dalam mempercepat penurunan angka stunting.

Dikatakan Ketua DPD Persagi Gunungkidul, Arinto Hadi, M., Gizi, bahwa permasalahan gizi di Indonesia terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu.

“Dulu kita mengenal empat masalah gizi utama, yaitu Kurang Energi Kronis (KEK), Kurang Vitamin A, Anemia Gizi Besi, dan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium. Saat ini, masalah gizi yang paling mendesak dan harus segera ditangani adalah stunting,” jelas Arinto.

Stunting, menurut Arinto, tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, akan tetapi juga berpengaruh besar terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Mengutip pernyataan mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, demikian dikatakan Arinto, bahwa stunting dapat menimbulkan loss generation atau hilangnya potensi satu generasi.

“Jika stunting tidak ditangani dengan serius, maka bangsa ini berisiko mengalami kemunduran, baik dari sisi kualitas SDM maupun pertumbuhan ekonomi,” kata Arinto.

Arinto mencontohkan, Jepang merupakan salah satu negara yang berhasil menurunkan angka stunting melalui intervensi jangka panjang yakni dengan penerapan pemberian makan bergizi di sekolah secara berkelanjutan. Hal tersebut, lebih lanjut diterangkan Arinto, menjadi salah satu kunci keberhasilan Jepang.

“Jepang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menurunkan stunting hingga 14 persen. Dulu dikenal dengan postur tubuh kecil, kini generasi mudanya lebih sehat dan produktif. Indonesia ingin mencontoh keberhasilan tersebut,” ungkap Arinto.

Arinto menambahkan, edukasi ini bertujuan membentuk kebiasaan makan sehat, dan mendorong perubahan gaya hidup siswa sejak dini.

Di Kabupaten Gunungkidul, diuraikan Arinto, edukasi gizi dilaksanakan di lima sekolah, diantaranya SMA Negeri 1 Wonosari, SMA Negeri 2 Wonosari, SMK Negeri 2 Wonosari, SMP Negeri 1 Ponjong, dan SMP Negeri 1 Karangmojo. Kegiatan tersebut melibatkan 125 edukator gizi secara nasional, yang dilaksanakan di 1.836 titik dengan jumlah edukator antara 5.508 hingga 9.180 orang.

“Selamat memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 Tahun 2026. Semoga upaya bersama ini membawa manfaat nyata bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujar Arinto.

Sementara itu, Wakasek Humas SMA Negeri 2 Wonosari, Danang Kunarso, S.Pd menyampaikan, pihaknya merasa bersyukur SMA Negeri 2 Wonosari menjadi salah satu peserta dalam kegiatan pemecahan rekor MURI Edukasi Gizi Serentak secara nasional.

“Tentunya para siswa yang terlibat dalam kegiatan ini akan mendapat wawasan mengenai gizi. Harapan kami informasi dan ilmu yang didapat agar dishare kepada para siswa lain sehingga benar-benar memberikan manfaat bagi semua,” pungkas Danang.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.