EKONOMI

Wajib Ditiru, Ini Salah Satu Usaha Paling Laku Saat Pandemi

WONOSARI-KAMIS KLIWON | Sektor usaha di Kabupaten Gunungkidul, saat ini banyak terdampak pandemi covid-19, namun ada pula yang mampu bertahan stabil, bahkan malah meningkat karena tingginya permintaan konsumen.

Seperti dialami oleh Triyanto, warga Pedukuhan Jatirejo, Kalurahan Gari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul. Usaha pengolahan batu alam yang dimilikinya justru mujur selama pandemi covid-19 saat ini. Bahkan, baru-baru ini, usaha batu alam Triyanto ditunjuk oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul, untuk pengadaan Wastafel cuci tangan.

“Pengadaan wastafel ini berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan dalam rangka Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB),” kata Triyanto saat ditemui di kediamannya pada Kamis (01/09/2020).

Menurut Triyanto, wastafel tersebut dipasang di berbagai destinasi wisata, terutama di wisata pantai. Lantaran permintaan tersebut, alhasil usaha Triyanto mengalami peningkatan, kontras dengan sejumlah sektor usaha lain yang terpuruk karena pandemi Covid-19.

“Untungnya kondisi usaha saya tetap stabil, bahkan meningkat selama pandemi,” ucapnya.

Usaha yang bernama Sumber Alam Abadi milik Triyanto ini sudah berjalan selama belasan tahun. Produknya berupa hasil kerajinan yang diolah dari batu, seperti pot tanaman, dekorasi dinding, tempat lampu taman, hingga patung-patung. Batu yang diolah bukan jenis sembarangan, yaitu batu jenis Paras Yogya dan batu hitam seperti digunakan pada struktur candi. Batu Paras diperoleh di Gunungkidul, sedangkan untuk batu hitam diambil dari Jawa Tengah, dekat lereng Gunung Merapi.

“Kebetulan saya juga memiliki tambang batu paras sendiri, yang dikerjakan secara manual dengan ijin pertambangan rakyat,” jelas Triyanto.

Lebih lanjut, Triyanto mengatakan, Batu yang sudah ditambang kemudian dibawa ke tempat pengolahan, dan dikerjakan sesuai pesanan oleh 8 karyawannya, berasal dari warga sekitar.

Meski tampak seperti usaha rumahan, produk hasil usaha Triyanto sudah dikirim hingga ke luar Jawa diantaranya Medan dan Makassar.

“Kisaran harganya mulai dari puluhan ribu sampai belasan juta, tergantung jenis, ukuran, hingga kerumitan motif produknya,” jelasnya.

Mendapat keuntungan bukan berarti tak ada hambatan. Triyanto menyebut usahanya masih terkendala di sisi tenaga. Sebab sebagian besar produk batu tersebut harus dikerjakan secara manual, demi menjaga kualitasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Aji, salah satu karyawan Triyanto. Pria yang bertugas sebagai pengukir ini ikut mengerjakan pembuatan wastafel yang diminta oleh Pemkab Gunungkidul. Dikatakannya, Sehari bisa membuat 3 unit wastafel, Itupun dikerjakan oleh satu orang saja.

Karena permintaan meningkat dan diberi tenggang waktu, Aji dan karyawan lain harus lembur agar bisa menyelesaikan pesanan. Tak hanya Pemkab, pemesanan wastafel rupanya juga dilakukan oleh pihak perorangan.

Ia pun mengaku sempat kerepotan meladeni pesanan tersebut, apalagi menurutnya, selama ini pilihan bekerja lembur jarang diambil karena permintaan cenderung stabil.

“Tapi ya tetap disyukuri, karena ada banyak permintaan berarti saya tetap bisa bekerja,” pungkasnya. (Hery)

infogunungkidul

Recent Posts

Seorang Kakek asal Gunungkidul Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul,  DIY tewas…

28 menit ago

Ratusan Kakak Asuh Maba UPN Veteran Yogya Jalani Pelatihan Bela Negara di AAU

YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…

3 jam ago

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

4 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

5 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

2 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

2 minggu ago