PERISTIWA

Warga Gunungkidul Mengoreksi Postur Prioritas Pembangunan 2021-2026

WONOSARI-RABU KLIWON | Sebagai Bupati Gunungkidul, Sunaryanta telah melaksanakan 10 program prioritas pembangunan. Satu di antaranya mempercantik wajah menuju Wonosari sebagai Ibukota Kabupaten Gunungkidul.

Dia membangun trotoar dari Siyonoharjo hingga Kranon dan 2023 akan dilanjutkan hingga simpang empat Baleharjo, dari sisi sosial ekonomi disoroti warga. Pasalnya, penerima manfaat relatif kecil dibanding pembangunan pertanian dalam arti luas.

Meminjam pola pikir mantan anggota DPRD DIY, Slamet SPD MM masyarakat kabupaten Gunungkidul siapapun dia, memang memiliki hak mencermati dalam arti mengkritik maupun memuji, tetapi harus berdasarkan fakta dan data supaya hasilnya objektif.

Menurut Slamet, yang telah dikerjakan Bupati Sunaryanta ihwal 10 program dalam RPJMD 2021-2026 merupakan objek utama yang harus dibedah. Di luar itu kritikan dan pujian pasti berdasarkan pendapat ngawur.

Hasil pembangunan apa pun itu, secara umum harus berkorelasi dengan meningkatnya perekonomian penduduk. Ini amanat konstitusi, kata Slamet

Dikutip dari Wikipedia, trotoar atau pematang jalan adalah jalur pejalan kaki yang umumnya untuk menjamin keamanan serta keselamatan.

Sebagai Kabupaten berbasis agraria Gunungkidul seharusnya mengutamakan sektor pertanian dikolaborasikan dengan sektor lain menuju ke satu titik, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pada masa Pemerintahan Sunaryanta, Publik mengakui bahwa tingkat kemiskinan turun 2 % dari 17 % menjadi 15 %. Warga juga melihat pertumbuhan ekonomi berada di angka 5, 22%.

Tetapi yang diharapkan masyarakat substansinya bukan di situ, melainkan 10 program prioritas Pemda harus benar dirasakan oleh sebagian besar penduduk.

Sebagaimana diketahui pertanian tetap sebagai penyumbang terbesar PDRB yakni 23% lebih.

Penerima manfaat atas pembangunan wajah kota itu berapa gelintir orang, sementara pembangunan pertanian dalam arti luas penerima manfaat jauh lebih besar karena warga Gunungkidul mayoritas bekerja di sektor pertanian.

Mengapa Bupati sunaryanta tidak mengutamakan pembangunan sektor pertanian, tetapi justru memilih wajah kota? Ini rupanya berkaitan dengan postur RPJMD yang tumpang tindih.

Pertanian di program pada item 2, tetapi peternakan dan perikanan dijabarkan tersendiri pada item 3.

Itu overlapping, tetapi bukan mutlak kesalahan Bupati Sunaryanta. Tim perumus RPJMD perlu introspeksi, karena secara redaksional merekalah penyusunnya, dan oleh sebab itu mereka harus bertanggung jawab memperbaikinya.

Warga gunung kidul berharap, kata Slamet sebagai politisi Gerindra, pertanian disetting pada urutan pertama dalam RPJMD, sedangkan sedangkan pembangunan wajah kota ditulis di prioritas kedua.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

5 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

5 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

5 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

6 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

6 hari ago

Ribuan Lulusan Pascasarjana UGM Jalani Proses Wisuda

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, Sebanyak 1.054 lulusan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Periode IV…

6 hari ago