PLAYEN – SENIN KLIWON | Pelaksanaan ujian seleksi pamong Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, ditengarai sarat kolusi untuk memuluskan anak menantu lurah menjadi Ulu-Ulu.
Meski diterpa isu miring Tim Penguji dan Peneliti orang dekat lurah, pelantikan tetap akan dilaksanakan, Selasa (30/12/2025) esok hari.
Salah satu tokoh yang enggan disebut namanya menyampaikan, rumor adanya kabar Tim Penguji dan Peneliti berisi orang-orang dekat lurah, bukan bualan atau isapan jempol belaka. Gelagat tersebut bahkan telah terbaca sebelumnya oleh masyarakat Banyusoco.
Selain itu, kapabilitas dan integritas Tim Penguji dan Peneliti pilihan lurah dipertanyakan. Hal tersebut, terbukti dengan banyaknya tokoh kompeten dan memiliki akademisi sarjana, malah diabaikan. Sementara, orang yang dua kali gagal atau tidak lulus ikut seleksi pamong sebelumnya, justeru dijadikan sebagai Tim Penguji dan Peneliti.
“Ada juga pamong senior tidak masuk tim penguji, sementara seorang dukuh yang baru menjabat dua tahun, diangkat sebagai Tim Penguji, dan Peneliti karena mereka orang terdekat Pak Lurah,” ungkapnya.
Atas kejadian ini dirinya bersama banyak warga merasa prihatin. Ujian seleksi yang semestinya melahirkan calon pamong handal, namun demi suatu tujuan, Lurah Banyusoco dicap menciderai amanah masyarakat.
Terpisah, salah satu peserta seleksi pamong Kalurahan Banyusoco, Yoga menyampaikan, kecewa atas ketidakprofesionalan Panitia maupun Tim Penguji dan Peneliti.
Sebagai contoh, ia mengatakan, di tengah para peserta sedang mengerjakan soal praktik computer, di salah satu sekolah swasta di wilayah Gubukrubuh, Kapanewon Playen, listrik mendadak mati. Kejadian tersebut, dikatakan tidak hanya sekali, namun hingga dua atau tiga kali dengan durasi yang cukup lama.
“Saya sudah beberapa kali ikut ujian seleksi pamong, namun baru kali ini merasa Panitianya sepertinya tidak profesional. Bila memang aliran listrik padam, semestinya harus disediakan genset bukan pasrah menunggu kapan PLN hidup,” ungkap Yoga.
Menanggapi rumor tersebut, Lurah Banyusoco, Daman Huri, tidak menampik adanya isu kekecewaan warga atas pelaksanaan seleksi ujian pamong yang dilaksanakannya.
Semua sangkaan dan kekecewaan dari berbagai pihak, dikatakan Daman, merupakan hal yang wajar, terlebih yang lolos sebagai pamong dengan jabatan Ulu-Ulu adalah anak menantunya sendiri.
“Tim Penguji dan Peneliti bukan hanya berisi orang-orang dekat saya, saya telah bersikap sebaik dan seprofesional mungkin. Jabatan lurah kan jabatan politik bila ada kekecewaan hal yang wajar,” terang Daman, Senin (29/12/2025) siang.
Diketahui, beberapa waktu lalu Pemerintah Kalurahan Banyusoco, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, melaksanakan ujian seleksi pamong dengan total 40 orang peserta, memperebutkan tiga kursi jabatan masing – masing Ulu-Ulu, Staf Ulu-Ulu, dan Staf Kamituwo,
Penulis: Agus SW
Editor: HRD
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…