YOGYAKARTA-KAMIS PAHING | Kerabat Keraton Yogyakarta, Raden Mas Kukuh Hertriasning atau yang akrab dengan sapaan Gusti Aning menulis keprihatian atas peristiwa gantung diri (Gandir) di Gunungkidul yang terus terjadi sepanjang tahun 2022.
“Saya berpendapat salah satu upaya guna menekan gandir adalah dengan memberdayakan pemuda/ pemudi (lingkup Karang Taruna tingkat kapanewon hingga pedukuhan) menjadi relawan,” ujarnya (13-10-2022).
Dia mempertegas dengan istilah Sambang A3 (Asah, Asih, Asuh). Mereka bergiliran hadir di tempat orang-orang yang sakit/ kesepian sekaligus mencatat data (ekonomi, sosial, kesehatan) kemudian kepada Pemerintah.
Tidak boleh lupa, kata Gusti Aning mereka diberi fasilitas untuk membuat Humanity Tourisme (membuat program wisata kemanusiaa) karena mereka perlu dana.
Penyandang dananya pemerintah melalui APBD atau CsR. Dengan demikian kondisi masyarakat di 1.431 Padukuhan akan terpantau, yang minimal bisa mengurangi niat seseorang untuk melakukan gandir.
Adanya perhatian dari lingkungan melalui kegiatan Karang Taruna perlu dicoba. Bahkan di DIY itu ada kelompok Jaga Warga. ” Ini digiatkan,” tegas Gusti Aning.
Dengan gerakan Wisata Kemanusiaan dinas pemangku kepentingan akan mendapatkan update data (nama, alamat, serta kondisi lainnya), sehingga akan mudah memetakan potensi rawan kemiskinan, kesehatan, rawan pangan, termasuk di dalamnya kembali pada penguatan budaya kearifan lokal, religius spiritual.
Karang Taruna bisa bekerjasama dengan perguruan tinggi dalam hal ini dengan Lembaga Pengabdian Masyarakat (psikologi, kedokteran, budaya, keagamaan) membentuk kelompok Wisata Kemanusiaan.
(Bambang Wahyu)










