PATUK, SELASA WAGE-Serangan bakteri Xanthomonas menjadi penyebab penyakit Hawar Daun Bakteri (HDB) terjadi di lahan padi milik petani di Kecamatan Patuk. Xanthomonas menyebabkan daun mengering akibat serangan bakteri. Hal ini membuat petani di wilayah Desa Pengkok dan sekitarnya was-was. Meski demikian Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul meminta petani tenang.
“Dari 1923 hektar lahan di Patuk, ada sekitar 8 hektar yang terserang. Serangan hanya pada spot-spot tertentu dan tidak dalam kawasan secara luas,” terang Ir Bambang Wisnubroto, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Selasa (24/04).
Menurut Bambang, penyakit Hawar Daun Bakteri bisa menyebabkan gagal panen jika tanaman padi masih berumur kurang dari 1 bulan. Padahal yang terjadi di Desa Pengkok, Kecamatan Patuk, HBD pada tanaman padi yang rata-rata telah berumur diatas 30 hari. Untuk itu Dispertan Gunungkidul telah mengambil langkah penyemprotan agen hayati untuk menanggulangi meluasnya serangan bakteri Xanthomonas.
“Agen hayati dari corynebacterium yang bersifat non kimiawi yang ramah lingkungan, sehingga dikembangkan untuk menanggulangi penyakit HDB tersebut,” tambah Ir Raharjo Yuwono, Kabid Tanaman Pangan Dispertan Gunungkidul.
Dengan penyemprotan agen hayati corynebacterium tersebut Dispertan berharap serangan penyakit HDB yang menyerang tanaman padi dapat segera teratasi dan petani terselamatkan dari ancaman gagal panen. (Gaib)
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…