WONOSARI, SABTU PAHING – Muhamad Awab yang akrab dipanggil Yudan, warga Padukuhan Ngemplak, Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, merakit listrik bertenaga surya. Hal itu dialakukan untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, sekaligus memperkenalan kampung wisata pendidikan.
Rumah saya bersih kabel listrik dari PLN ,” kata Awab, (24/08).
Berkat ide yang dia ciptakan, tetangga sekitar ikut merasakan manfaatnya. Limabelas KK menggunakan listrik tenaga surya, termasuk untuk lampu penerangan jalan.
Awab, PNS yang bekerja di Pengadilan Negeri Bantul ini punya kemauan, bahwa para tetangga selain terbiasa menggunakan listrik tenaga surya, juga harus tahu cara memasang panel.
“Saya mengajari tetangga yang ingin membuat listrik dari tenaga matahari, sekalian memperkenalkan kampung wisata pendidikan,” jelasnya.
Alat yang digunakan, menurutnya tergolong sederhana, berupa panel tenaga surya, aki motor atau mobil, kontroller, dan inventer.
“Bicara biaya tergantung keperluan, kalau hanya digunakan untuk lampu penerangan, biaya pembuatan Rp 2,5 hingga 3 juta. Tetapi biaya bisa ditekan sepanjang menggunakan aki bekas pakai”, tuturnya.
Dwi Wartono, tetangga Awab yang meniru menggunakan listrik tenaga matahari mengaku hemat 50% perbulan. (Wp/ig)
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…