YOGYAKARTA, JUMAT LEGI – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) seiring dengan pembentukan karakter anak, menggelindingkan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS). Sepuluh seniman dan sepulun SMP didorong mengembangkan kreatifitas dengan biaya APBD DIY.
Disdikpora Propnsi DIY, melalui Bidang Kebudayaan tahun 2018 menunjuk sepuluh seniman untuk melatih peserta didik tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK.
Seniman yang dimaksud adalah (1). Dahana Murpratama, S.Sn. – tari klasik, (2). Muryanto, S.Sos. – reog putri, (3). Muh. Abdilah Yusuf, S.Sn – teater, (4). Bekti Budi Hastuti, SST. M.Sn – wayang bocah, (5). Dwipa Hanggara Prabawa, S.Sn – musik, (6). Maria Kadarsih – sastra jawa, (7). Sugimin – krawitan, (8). Herida Damar Wulan – seni incling, (9). Theresia Agustina Sitompul – senirupa difabel, dan (10). Teguh Paino, – menggarap senirupa remaja.
Sementara sepuluh sekolah se DIY yang terpilih untuk dilatih meliputi (1). SD Budya Wacana Yogyakarta, (2). SMPN 2 Banguntapan Bantul, (3).SMP Setela Duce 1 Yogyakarta, (4).SMPN Kokap Kulonprogo, (5). SMAN 2 Yogyakarta, (6). SMPN 2 Patuk, Gunungkidul , (7). SD Al Azar, Sleman, (8). SD Pragak, Semanu, Gunungkidul, (9). SLB 1, Bantul, dan (10). SMPN 1 Panjatan, Kulonprogo.
Muryanta, S.Sos, seniman asal Gunungkidul mengungkapkan, program pelatihan dibiayai APBD. Pelatih boleh mengangkat asisten.
“Seniman pelatih dan asisten diberi honorarium dalam 10 kali latihan, termasuk siswa yang pentas di Taman Budaya Yogyakarta (26/09) kemarin,” ujar Muryanta (28/09).
Disinggung soal target GSMS, dia menjawab simpel, untuk mendukung pendidikan karakter anak di sekolah. (Agung/ig)













