Upaya Meningkatkan Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Gelar Semiloka

2209

WONOSARI – Kamis Wage | Kegiatan semiloka salah satu upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan di Kabupaten Gunungkidul. Sektor pertanian merupakan penyangga pangan dunia, namun hampir semua usaha tani rentan terhadap perubahan iklim.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Fajar Ridwan pada seminar dan lokakarya Hari Pangan Sedunia di Ruang Rapat I, Setda Gunungkidul, Sabtu, (26/10).

VIDEO TERKAIT :

“Pemkab terus berupaya meningkatkan, salah satunya dengan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui Kelompok Wanita Tani,” katanya.

Fajar Ridwan mengatakan, hingga saat ini sudah ada 135 kelompok tani, jumlah tersebut terusĀ  bertambah setiap tahunnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno mengatakan, potensi pertanian di Gunungkidul masih bisa ditingkatkan. Selama ini, terkait ketersediaan pupuk, masih banyak diantara masyarakat yang mengeluhkan.

“Permasalahan ini dapat diatasi agar potensi pertanian lebih optimal, kalau petani kesulitan pupuk bagaimana mau panen dengan baik. Kami akan mendorong pemerintah agar kebutuhan pupuk di masyarakat bisa terpenuhi,” ujarnya.

Tak jauh berbeda diungkapkan akademisi dari Universitas Pasundan, Bandung, Kolonel Inf Dr. H. Tugiman, SH. M.Si, bahwa potensi pertanian di Kabupaten Gunungkidul masih bisa ditingkatkan dengan sentuhan inovasi dan dukungan dari pemerintah.

“Contohnya saja tanaman ketela, jika itu dikelola dikembangkan dengan inovasi tentu akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ujarnya.

Tugiman menyampaikan, dari hasil penelitian komoditas ini, panen bisa mencapai 30 ton per hektare. Namun demikian, di Gunungkidul sendiri ketela baru mencapai sekitar 18 ton per hektare.

“Komoditas ini tentu bisa lebih ditingkatkan dengan pemilihan bibit yang unggul dan cara perawatan lebih baik,” jelasnya. (Red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.