Atasi Permasalahan Pupuk Subsidi, Dinas Undang Produsen Hingga Tim Pokja

2348

WONOSARI, SABTU PAHING-Persoalan kelangkaan pupuk bersubsidi bagi kalangan petani disikapi Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Selasa (11/12) yang akan datang, dinas mengundang produsen, distributor, dan pengecer serta tim Pokja pupuk, serta Dinas Perdagangan, Polres, juga Kejaksaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono, Sabtu (08/12). Lebih lanjut Raharjo menjelaskan, pertemuan tersebut untuk mencari solusi permasalahan yang mungkin ada di Poktan atau petani.

“Jika ada kesulitan penebusan pupuk akan diurai untuk mencari jalan keluar dan pemecahannya, sehingga persoalan cepat teratasi,” jelasnya.

Ditambahkan Raharjo, posisi sekarang sebagian besar pupuk sudah di tangan para petani. Berdasar data yang ada di Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, hingga bulan Oktober 2018, pupuk Phonska atau NPK sudah tersalur 5.018 ton dari alokasi 5.765 ton atau bila diprosentase sebesar 87,04%.

“Untuk bulan November 2018 belum ada laporan, tapi mestinya ada. Sehingga sekarang untuk Phonska di prediksi sudah 95% tersalurkan. Realisasi pupuk Urea sampai Oktober 2018 ada 8.796 ton dari alokasi 11.930 ton atau baru 73.3%,” ungkapnya.

Menurut dia, pupuk Urea masih tersisa stok 3.000 an ton yang belum ditebus. Permasalahan muncul menurut Raharjo dikarenakan para petani cenderung mencari Phonska atau pupuk majemuk NPK dibanding Urea.

“Padahal stok Urea masih banyak sedang stok Phonska hampir habis kurang lebih tinggal 5% dari 5.675 ton atau 250 an ton se Gunungkidul. Hal ini dikarenakan kuota dari pusat untuk pupuk Phonska terbatas serta tidak bisa mencukupi semua kebutuhan petani,” jelasnya.

Selain kendala diatas, kemungkinan ada satu dua pengecer kesulitan penebusan pupuk karena permodalannya yang ada.

“Hal ini jadi masalah ketika petani butuh pupuk. Sehingga harus duduk bersama mengatasi penyumbatan di lapangan. Hari Selasa harus bisa kelar, Insyaallah,” tutup Raharjo. (Ag/ig)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.