Gunungkidul Panen Ribuan Hektar Palawija

1128

GUNUNGKIDUL-SENIN WAGE | Sampai pertengahan Januari 2021 tanaman palawija seluas 1.141 Ha di Gunungkidul telah dipanen. Diperkirakan luasan tersebut terus bertambah. Hingga akhir Januari dan awal Febuari tanaman palawija seperti jagung, kedele, dan kacang tanah diperkirakan selesai dipanen.

Luas panen komoditas kacang tanah 963 Ha. Kapanewon yang luas panennya rangking 1 adalah Tanjungsari 265 Ha diikuti Kapanewon Girisubo 209 Ha, kemudian disusul Kapanewon Tepus 176 Ha.

Luasan panen jagung baru terpantau 162 Ha. Rinciannya 101 Ha di Purwosari dan Tanjungsari 35 Ha.

“Untuk komoditas kedele telah panen 16 Ha di Playen, Semin, Ngawen dan Nglipar,” ujar Ir. Bambang Wisnu Broto Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Senin 17-1-2021

Data tersebut menurutnya diperoleh dari monitoring lapangan dan laporan para petugas pertanian.

“Mudah-mudahan saat pandemi begini petani tetap produktif, tetap menghasilkan pangan, agar pangan kita terjaga,“ kata Ir. Bambang Wisnu Broto.

Usmandoyo, STP. Petugas Pertanian Kapanewon Tepus melakukan ubinan kacang tanah di Kelompok Tani Sedyo Makmur, Purwadadi, Tepus. Hasilnya didapat 3,07 kg polong per ubin dan 3,01 kg polong per ubin.

Jika dikonversikan maka didapat kurang lebih 4,8 ton polong basah kacang tanah per hektar, atau 1,53 ton wose kering.

Sementara itu Bekti, Amd. Petugas Pertanian Kapanewon Playen melakukan hal yang sama hasilnya sebesar 2,92 kg polong basah. Jika dikonversikan mendapatkan hasil 4,7 ton polong basah kacang tanah per hektar atau 1,49 ton wose kering per hektar.

Terpantau harga kacang tanah wose saat ini di petani mencapai Rp 22.000 per Kg. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.