Terdampak PSTKM, Pariwisata Seakan Awal Pandemi

1175

WONOSARI-SENIN WAGE | Pelaksanaan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM) berdampak negatif pada sektor Pariwisata di Kabupaten Gunungkidul. Hal tersebut langsung dirasakan sepekan sejak PSTKM diberlakukan.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan, bahwa dampak PSTKM menurutnya, sangat luar biasa, omset semua tempat usaha drop selama PSTKM.

Sunyoto klaim, bahwa penurunan omset pelaku usaha jasa pariwisata (UJP) mencapai 90 persen.

“Tempat usaha tetap buka namun kunjungan terbilang sangat minim,” katanya pada Senin (18/01/2021).

Menurutnya, dalang anjloknya omset adalah pembatasan waktu operasional hingga kapasitas bagi tempat usaha selama PSTKM. Syarat non-reaktif Rapid Antigen test juga jadi penyebab.

“Bagi yang usahanya 90 persen bergantung pada wisata tentu sangat terasa dampaknya,” ujar Sunyoto.

Tak jauh berbeda, Ketua Pokdarwis Desa Wisata Nglanggeran Mursidi menyebut, kunjungan wisata menurun hingga 50%. Ia mencontohkan pada Minggu (17/01/2021) tercatat 411 kunjungan.

Ia mengatakan angka tersebut anjlok dibanding pra PSTKM. Sebab angka kunjungannya saat itu, menurutnya, mencapai 800 hingga 900 wisatawan, meski masa Uji Coba Terbatas.

“Kebanyakan pengunjung kami dari luar DIY, jadi penurunannya begitu terasa,” kata Mursidi.

Mursidi juga menyebut, Syarat Rapid Antigen Test rupanya membuat wisatawan dari luar wilayah enggan datang.

Aktivitas wisata di Nglanggeran, diunggkapkan Mursidi, sebenarnya kembali tumbuh sebelum PSTKM. Meski tahap Uji Coba, angka kunjungan wisata cenderung meningkat dan membaik.

“Sejak PSTKM, situasi wisata seakan kembali seperti awal pandemi,” ujarnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.