Hari Ini, Giliran Relawan Pemakaman PMI Gunungkidul Divaksin

1217

WONOSARI-KAMIS LEGI | Relawan Pemakaman COVID-19 dari Palang Merah Indonesia (PMI) Gunungkidul mendapat giliran divaksin pada Kamis (04/02/2021). Vaksinasi dilakukan di Klinik Pratama Kartika 0730/Gunungkidul.

Kepala Klinik Pratama Kartika, Sersan Mayor TNI Sugiyanto mengatakan bahwa, ada 18 relawan yang masuk dalam daftar penerima vaksinasi hari ini. Namun demikian, yang bisa langsung menerima vaksin baru 10 orang.

“Ada 8 orang lainnya tidak lolos saat pemeriksaan kesehatan oleh petugas di tahap awal, penyebabnya beragam, mulai dari tekanan darah yang sedang tinggi hingga gangguan kesehatan lain,” katanya pada wartawan.

Sugiyanto mengatakan, mereka yang tidak lolos pemeriksaan pun harus mengalami penundaan untuk menerima vaksin kemudian hari, Sebab mereka diminta berisitirahat terlebih dahulu sampai kondisinya baik dan layak menerima vaksin sesuai prosedur.

“Beberapa yang tertunda tadi akhirnya bisa menerima suntikan vaksin,” ujar Sugiyanto.

Para Relawan Pemakaman PMI Gunungkidul ini merupakan penerima gelombang kedua. Gelombang pertama sudah dilakukan pada Rabu (03/02/2021) kemarin.

Slamet Riyanto dari Unit Logistik PMI Gunungkidul mengatakan bahwa, penerima gelombang pertama adalah pegawai dari Unit Transfusi Darah. Sebab mereka digolongkan sebagai tenaga kesehatan (nakes).

“Sebab unit ini kan setiap harinya bertemu dengan pendonor dan pasien penerima transfusi darah, jadi diprioritaskan dulu,” katanya.

Adapun jumlah pegawai yang diajukan sebagai penerima sebanyak 12 orang. Namun yang bisa hadir hanya 9 orang dan 6 orang di antaranya bisa menerima vaksin COVID-19 tersebut.

Gelombang kedua ini pun merupakan hasil koordinasi lanjutan antara PMI dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul. Relawan pemakaman disertakan karena dianggap memiliki potensi tinggi untuk terpapar COVID-19.

“Jadi para relawan ini tetap diupayakan untuk bisa menerima vaksin tahap pertama,” jelas Slamet. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.