Sepekan Vaksinasi Dilakukan, KIPI Belum Dilaporkan Terjadi di Gunungkidul

1167

WONOSARI-KAMIS LEGI | Vaksinasi COVID-19 tahap pertama di Kabupaten Gunungkidul sudah berjalan sepekan. Prosesnya pun masih berlangsung hingga kini dengan sasaran tenaga kesehatan. Adapun salah satu hal yang dikhawatirkan masyarakat adalah reaksi yang muncul pasca menerima vaksin tersebut. Hal itu dikenal dengan istilah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan bahwa, ia memastikan sampai saat ini belum ada laporan tersebut. Sejauh ini belum ada laporan (penerima) yang ada keluhan.

“Saya mengimbau masyarakat tidak resah dan tidak langsung mempercayai rumor yang beredar,” katanya pada Kamis (04/02/2021) siang.

Dewi pun menegaskan, vaksin jenis Sinovac ini sudah melewati uji klinis dan dipastikan aman. Menurutnya, munculnya efek samping atau KIPI adalah sesuatu yang wajar terjadi. Sebab vaksin sendiri merupakan virus yang sudah dilemahkan, diinjeksikan ke dalam tubuh manusia agar antibodi bisa terbentuk.

“Tidak harus vaksin, tubuh kita pasti bereaksi terhadap apapun yang dimasukkan,” jelas Dewi.

Direktur RSUD Wonosari dr. Heru Sulistyowati juga menyebut belum menerima informasi dari penerima yang mengalami KIPI. Info itu turut diperoleh dari daerah yang sudah melakukan vaksinasi.

Berkaitan dengan jeda 14 hari antara suntikan pertama dan kedua, ia menjelaskan hal itu diperlukan untuk melihat bagaimana pengaruhnya pada tubuh.

“Perlu diingat vaksin ini adalah virus yang sudah dilemahkan,” kata Heru.

Ia juga mengatakan kekebalan belum akan langsung terbentuk meski nantinya sudah mendapat 2 suntikan vaksin. Menurutnya, perlu beberapa waktu sebelum akhirnya tubuh membentuk proteksi diri.

Namun Heru tetap berpesan agar mereka yang sudah menerima vaksin tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). Terutama dalam penggunaan masker hingga menghindari kerumunan.

“Walau sudah divaksin, bukan berarti bisa terlindungi sepenuhnya. Prokes dan kesehatan diri tetap dijaga,” ujarnya. (Heri)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.