GUNUNGKIDUL-MINGGU KLIWON | Heri Nugroho S.Sn, Wakil Ketua DPRD Gunungkidul menanggapi kegiatan Lawatan Sejarah Jalur Rempah yang dilaksanakan Kundha Kebudayaan Gunungkidul. Menurutnya program tersebut kurang cerdas. Dia berjanji akan berkoordinasi dengan Komisi D guna meluruskannya.
“Kita ini kurang pinter membuat program kegiatan yang dibiayai oleh Danais,” ujar Heri Nugroho, Minggu malam 4-4-2021.
Dia mengambil contoh warga punya budaya gotong royong. Mestinya alokasi anggaran Danais bisa untuk program pengerasan jalan, cor blok degan melibatkan masyarakat untuk kerja bakti.
Ini sangat mungkin dilakukan. Sayangnya DPRD Gunungkidul tidak bisa masuk untuk memprogramkan BKK Danais Kabupaten.
Oleh sebab itu DPRD berharap pemerintah daerah lebih fokus lagi dalam hal pengelolaan Danais tersebut.
Heri Nugroho juga menyebut fasilitasi wifi gratis untuk RT atau padukuhan guna memudahkan masyarakat dalam bersilaturrahmi di saat pandemi.
Saat kumpul-kumpul dibatasi, budaya musyawarah masuk di sini termasuk membiasakan budaya baca.
Yang lain, Heri Nugroho menyebut rogram pelatihan makanan tradisional lewat disperindag pun bisa akses Danais karena makanan tradisional menjadi bagian dari kebudayaan.
Danais itu menurutnya bisa bisa masuk ke OPD mana pun, bukan hanya milik Kebudayaan dan Pertanahan Tataruang.
Terkait penggunaan Danais untuk lacak sejarah rempah-rempah Heri Nugroho menyatakan akan koordinasi dengan Komisi D agar segera rapat kerja dengan Disbud Kundha Kabudayan.
“Senin 5-4-2021 materi koordinasi saya sampaikan ke Komisi D,” pungkas dia. (Bambang Wahyu Widayadi)






