Stalaktit Stalakmit Gua Dirusak Tangan Jahil

1319

GUNUNGKIDUL-MINGGU KLIWON | Bupati Gunungkidul, H. Sunaryanta menyampaikan informasi mengagetkan bahwa sebagian stalaktit stalakmit yang berumur jutaan tahun dirusak oleh tangan-tangan jahil. Sebagian kecil bukti kerusakan telah ditemukan bukan oleh aparat pemerintah tetapi oleh penelusur gua.

Pernyataan Sunaryanta disampaikan kepada media setelah sebelumnya bertemu dengan mantan Sekda Gunungkidul selaku General Manager Geopark Gunung Sewu, Budi Martono, 18-3-2021 silam.

“Taman Bumi atau Geopark itu sebenarnya tidak boleh dipindah dari tempat asal. Kalau kekayaan bebatuan dimobilisasi ke suatu tempat, tingkat keasliannya sudah berubah,” kata Bupati Sunaryanta kala itu.

Fakta lapangan, berdasarkan penelusuran Subardiono dari Komunitas Handayani menunjukkan adanya gejala perusakan yang disebut Bupati Sunaryanta.

“Sebagian stalaktit (batu kapur yang menggelantung di atap gua dan stalakmit (batu yang tumbuh vertikal di lantai gua) ada yang digempur dijadikan urug baik di dalam gua maupun untuk jalan masuk ke gua,” ucap Subardiono,” Minggu 4-4-2021.

Subardiono menunjuk contoh Goa kalongan. Menurut warga Nujo, Pucung, Girisubo sebelah timur laut pantai Srakung ada semacam Sarkofagus atau peti yang bertutup.

“Tetapi kata warga sudah hilang dan ada bekas galian,” tutur Subardiono dan kawan-kawan.

Ada pula batu petilasan Sunan Kalijogo yang pecah atau dipecah Subardiono tidak menjelaskan, kodisinya dibalut semen.

“Tidak bisa rekat lagi,” kata dia.

Tidak hanya itu, lanjutnya, Gua Senen yang postur dalamnya seperti istana, stalaktit dan stalakmitnya banyak digempur hanya untuk keperluan urug lantai dan jalan masuk ke gua.

“Ketika pemerintah setempat atau Dinas Pariwisata tidak melakukan antisipasi, pernyataan Bupati doal kerusakan stalaktit stalakmit akan semakin parah,” pungkasnya. (Bambang Wahyu Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.