KDRT, Warga Sleman Dipulangkan ke Rumah Orang Tua

2013

PLAYEN, Minggu Pon – My asal Gunungkidul menetap di Sleman,  mengalami perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). My diantar pulang ke rumah orang tuanya di Desa Bleberan Kecamatan Playen oleh petugas Perlindungan Anak dan Perempuan Kabupaten Sleman, Jumat, (15/02).

Baca juga:

Wakil Ketua DPRD DIY: Gunungkidul Marak Kasus Kekerasan Perempuan, Pemda Minim Anggaran

Salah satu warga Bleberan yang enggan disebut namanya menceritakan, kepulangan My ke desa kelahirannya diantar oleh beberapa petugas menggunakan kendaraan plat merah bertuliskan Mobil Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Kabar yang kita dengar, dia dianiaya oleh suaminya. Setelah ditampung oleh Dinsos Kabupaten Sleman kemudian di antar ke rumah orang tua di Desa Bleberan,” jelasnya, Sabtu, (16/02).

Kepala Desa (Kades) Bleberan, Supraptono saat dikonfirmasi  menjelaskan, yang bersangkutan adalah warga Sleman namun orang tuanya tinggal di Desa Bleberan.

Baca juga:

Slamet Mencabut Pernyataan Terkait Penilaian Terhadap Kampanye Vulgar

Ditanya terkait kepulangan My, Kades Bleberan menyampaikan, cerita persinya kurang tahu, tetapi menurut keterangan petugas yang mengantar, My korban KDRT.

“Kekerasan seperti apa tidak dijelaskan secara detail. Kemarin My diantar oleh Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sleman,” jelas Supraptono.

Dia berharap, kasus KDRT tidak terulang. Siapapun yang mengalami KDRT diharapkan segera berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait (pemerintah setempat).

“Korban KDRT tidak perlu takut melapor. Pelapor pasti dijamin keamanan dan kerahasiaan identitasnya,” jelas Supraptono. Ag/ig




One thought on “KDRT, Warga Sleman Dipulangkan ke Rumah Orang Tua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.