Lima Windu Kelahiran SMP Negeri II Patuk Ditandai Peresmian Mushola

456

PATUK, Minggu Pon-Sekolah Menengah Pertama  (SMP) Negeri II Patuk yang berkdudukan di Putat, Sabtu 16 Februari 2019 berusia  40 tahun. Peringatan lima windu kelahiran diperingati dengan cara sederhana, peresmian mushola, pengajian, dan sarasehan.

Baca juga:

Kadisdikpora Gunungkidul: Pengajuan Program Indonesia Pintar Tidak Ada Muatan Politik

Dalno Legowo, M.Pd, Kepala Sekolah SMP II Patuk menyatakan, ada dua versi kelahiran. Melacak fakta sejarah, SMP Negeri II Patuk, hadir di Putat tahun 1975 merupakan peralihan dari Sekolah Teknik Pertambangan.

“Tetapi berdasarkan dokumen resmi pemerintah, sekolah ini dikukuhkan tahun 1979. Kami mengambil tonggak kelahiran resmi, tanpa melupakan proses sejarah,” kata Dalno Legowo dalam sambutan singkat, 16/2.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid menyatakan, SMP II Patuk, dalam usia yang ke 40 perlu terus meningkatkan standar kualitas pendidikan.

Baca juga:

Gita Laskar Matsmuri Sabet Juara Umum Lomba Drumband HAB-73 Kemenag

Sekolah yang berhasil, dan dikenhendaki oleh masyarakat adalah sekolah yang sanggup mengembangkan segenap potensi siswa.

“Mushola Muad Bin Jabal yang pada lima windu SMP II Patuk diresmikan, merupakan salah satu sarana untuk mengembangkan potensi yang dimaksud,” kata Bahron menunjuk contoh.

Sebelum meniggalkan pertemuan, Bahron didaulat memukul gong sebagai tanda peresmian penggunaan mushola yang dibangun oleh salah satu pengusaha, alumni 1986.

Baca juga:

Disdikpora Gunungkidul Berencana Evaluasi Kinerja Kepala Sekolah Se Gunungkidul

Pengajian, sarasehan dan peresmian mushola SMP Negeri II Patuk, dihadiri sejumlah alumi, mantan guru, mantan pegawai, perangkat desa, Kapolsek Patuk serta tokoh masyarakat.

Dalam satu kompleks di belahan ruang yang berbeda, siswa SMP II Patuk memeriahkan 5 windu kelahiran almamaternya, dengan menggelar pentas seni.

Penulis: Bambang Wahyu Widayadi
Foto     : Siswa SMP Negeri II Patuk gelar kesenian-(Bambang Wahyu Widayadi/infogk)



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.