TAMBAH DIUJI INDONESIA MAKIN KEDODORAN

1239

UNTUK menaklukan pandemi Corona ada petunjuk yang dijamin mustajab. Sayangnya Pemerintah Indonesia tidak percaya. Presiden Joko Widodo memilih cara sendiri (menggunakan vaksin) padahal pilihan itu tidak terbukti kemanjurannya.

Pada sekala nasional Ustad Abdul Somat pernah menyatakan, pandemi mereda di bulan Juni 2020. Fakta menunjukkan, ucapan UAS tidak terbukti.

Tambah tidak masuk di akal ketika Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo menyatakan, bahwa Agustus 2021, kota Projo Tamansari terbebas dari Covid-19.

Menyusul Ketua PMI Gunungkidul seperti ditulis Tribun Jogja menyatakan optimis, bahwa pandemi segera berlalu tanpa merinci tanda-tanda fisik yang mengarah ke hilangnya pandemi.

Tokoh level dunia pun seperti Bill Gates meralat pernyataannya, bahwa tahun 2022 pandemi mereda. Dalam wawancara dengan Sky News, seperti dilansir PikiranRakyat.com. Bill Gates bahkan memprediksi bahwa umat manusia tidak akan dapat membasmi wabah Covid-19.

Memang tidak mungkin bisa membasmi, karena manusia tidak paham tentang struktur biologi Covid-19 yang super rumit. Corona itu bukan makhluk ciptaan manusia, seperti halnya robot dengan kabel serabut yang dialiri listrik.

Upaya menggulung Corona manusia masih kekeh dengan vaksin. Bill Gates, berani bilang TIDAK, dalam arti Corona tidak akan serta-serta lenyap dengan vaksin temuan manusia.

Ada resep alam semesta yang dijamin bisa meredakan amukan Covid-19, tetapi benarkah manusia mau menggunakannya. Saya tidak yakin.

Obat Covid-19 itu berupa dua kata yakni ‘sabar dan kesabaran’. Dua kata tersebut tertulis dalam Al-Qur’an pada 44 Surat, yang tersebar di 91 Ayat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,” Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Dan (sholat) itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.”

Obat yang secara fisik merupakan perintah, saya yakin tidak akan dikerjakan oleh para penguasa di belahan bumi mana pun. Pemerintah Indonesia misalnya mustahil menerapkan menjadi sebuah kebijakan guna menundukkan Corona.

Di Surat yang sama Ayat 177 Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberitahukan bahwa sabar itu merupakan manifestasi kebajikan. Hanya dengan sabar atau berbuat kebajikan manusia akan mendapat pertolongan.

“Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari Akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi, dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan, dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.”

Hanya sedikit manusia yang mau menjadi orang yang benar dan berbuat kebajikan. Oleh sebab itu hilangnya pandemi Corona tidak akan datang dalam waktu dekat.

Tahun 2021 India dalam posisi sangat parah karena karena 32 juta nyawa melayang lantaran Corona. Indonesia mulai dibanjiri warga India, hal ini memaksa penguasa untuk mengkapling hotel buat mengkarantina mereka.

Di dunia, termasuk Indonesia, Corona akan menjadi alat penyeleksi antara manusia yang berada di jalan yang benar dan jalan yang batil. Jadi, Corona pasti terus menggelinding menggilas nyawa yang disukai. (Bambang Widayadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.