WONOSARI-SENIN PAHING | Penewu Playen, Drs. Mohamad Setyawan menyatakan, kerapnya kejadian gantung diri di Gunungkidul merupakan hantu tali di samping pandemi covid-19. Ada kiat bagus, bahwa peran aktif Jaga Warga bisa mengurangi angka gantung diri, bahkan membasmi.
Aparat Sipil Negara yang juga ditugasi sebagai Pelaksana Tugas Harian di Kapanewon Patuk ini berpendapat lemahnya iman seseorang menjadi salah satu pemantik kejadian gantung diri di Gunungkidul.
Peran besar tokoh agama, apapun agamanya menjadi sangat penting dalam mengurangi frekuensi warga gantung diri.
Kapanewon Playen dan Patuk sebenarnya sering dilakukan pengajian sekala kecil karena PPKM, tetapi diakui bahwa efek pengajian yang dilakukan belum mempertebal keimanan masyarakat.
Peristiwa gantung diri yang terus saja berlanjut menurut Penewu Playen adalah kejadian yang tidak bisa diprediksi, tetapi bisa dimitigasi dari sisi potensi.
Yang mampu melihat potensi itu adalah warga setempat lingkupnya rukun tetangga dan rukun warga.
“Apalagi saat ini ada lembaga baru dengan label Jaga Warga yang diinstruksikan oleh Gubernur DIY. Ketika diberdayakan, lembaga ini bisa mengantisipasi gantung diri di Gunungkidul,” ujar Penewu Playen, 9-8-2021. (Bambang Wahyu)













