WONOSARI-KAMIS KLIWON | Refocusing anggaran untuk kesehatan masyarakat terkait pandemi Covid-19 adalah 8% dari APBD. Sejak Januari 2021 hingga Agustus tahun yang sama penggunaan anggaran belum terpantau oleh Dewan. Suharno, SE serta Heri Nugroho, S. Sn selaku Wakil Ketua DPRD mulai angkat bicara.
“Anggota Dewan kesulitan memantau dana APBD 2021 yang digunakan penanganan covid-19,” kata Suharno lewat aplikasi WhatsApp, 12-8-2021.
Menurutnya, DPRD nanti cuma memperoleh laporan secara global.
“Bagaimana mau memantau kalau rapat aja terbatas. Turun lapangan langsung juga terbatas,” tandasnya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul dari Partai NasDem ini menjelaskan, Dewan mempercayakan kepada eksekutif, kini hanya menunggu pelaporannya.
“Yang Penting tidak macam-macam. Berani membelokkan anggaran ya tau sendiri akibatnya,” ujar Suharno.
Senada dengan Suharno, Heri Nugroho menjelaskan secara global dan normatif, tanpa memaparkan hasil pengawasan Dewan.
“Anggaran Covid-19 tentu saja sudah digunakan terutama untuk 1. Vaksinasi, 2. Bantuan permakanan kepada warga isoman, 3. lain-lain. Semua ada laporannya,” ujar Heri Nugroho.
Sementara itu Sekretaris Dinas Kesehatan Priyanta Madya Satmaka saat dikonfirmasi mengenai besar anggaran Covid-19 yang telah digunakan, belum memberikan respon. (Bambang Wahyu)













