WONOSARI-SELASA PAHING | Ada indikasi bahwa hubungan antar personal beberapa unsur Pimpinan DPRD Kabupaten Gunungkidul dengan Bupati Sunaryanta tidak harmonis. Pertanda itu sangat jelas. Sejumlah kritik pedas dilontarkan Suharno, SE, tidak di gedung dewan, tetapi di ruang publik media sosial Facebook.
“Kritik yang dilontarkan Suharno selaku Wakil Ketua DPRD antara lain: 1. penggantian Sekretaris Dewan, 2. penunjukan Tim Bupati Untuk Percepatan Penyelenggaran Pembangunan (TBUP3), serta 3. pelantikan pejabat yang tidak sesuai dengan bidang keahliannya,” tulis pengamat Joko Priyatmo (Jepe) dalam aplikasi WhatsApp, 29-9-2021.
Persoalan internal antara Legeslatif dengan Eksekutif yang diumbar di ruang publik media sosial facebook menurut Jepe tidak tepat.
“Secara ketatanegaraan, Legeslatif dan Eksekutif daerah itu bermitra bukan beroposisi. Kebijakan Bupati, oleh sebab itu secara implisit adalah kebijakan DPRD,” tandas Jepe.
Suharno NasDem sampai menulis sejumlah kritik panas, menurut Jepe patut dicermati secara lebih dalam. Setidaknya, kata dia, ruang komunikasi yang secara formal tersedia berkarat, macet, dan tidak jalan.
Jepe memberi masukan bawa Endah Subekti Kuntariningsih, SE selaku Ketua DPRD melakukan dua hal.
Pertama mengakhiri disharmonisasi dan diskomunikasi internal antar unsur pimpinan Dewan.
“Bukan rahasia lagi bahwa antara Suharno dan Endah Subekti Kuntariningsih selama ini saling menjaga jarak,” papar Jepe.
Kedua, menurut Jepe, Ketua DPRD harus bisa mengembalikan fungsi kontrol pada ruang ketatanegaraan. (Bambang Wahyu)













