Tim Pendamping Keluarga Guna Menanggulangi Stunting Ngopi Bareng

1077

SAPTOSARI-SELASA KLIWON | Salah satu visi-misi kepemimpinan Presiden Joko Widodo adalah meningkatkan kualitas SDM unggul, berdaya saing, dan membangun manusia berdaya guna. Yang ditekankan di tahun 2021 adalah menurunkan angka Stunting yang masih diangka 27%.

Diharapkan tahun 2024 turun menjadi 14%. Presiden menunjuk Kepala BKKBN RI menjadi Ketua Tim Penurunan Angka Stunting. Kepala BKKBN RI membentuk TPK (Tim Pendamping Keluarga) di seluruh Indonesia.

Parwata Wibawa, SE. MAP menginformasikan hal itu Selasa 30 November 2021 bertempat di RM Kopi selaku pemandu Pelatihan TPK.

Hadir dalam kesempatan itu, kata Patwara Wibawa, Bidan, TP PKK, dan Kader KB se Kapanewon Saptosari berjumlah 51 orang.

Narasumber pelatihan TPK dipercayakan kepada PKB Kapanewon Saptosari Ahmad Harwanto, S. Sos.

Selebihnya Patwara Wibawa menjelaskan empat tupoksi yang harus dilakukan oleh TPK.

1. Pendampingan kepada calon pengantin/ Calon Pasangan Usia Subur, 2. Pendampingan terhadap Ibu Hamil, 3.Pendampingan Ibu Pasca Salin, dan 4. Pendampingan pada anak usia 0-59 bulan.

Nara sumber Ahmad Harwanto, S. Sos dengan menyampaikan lima item pokok. 1. Overview pendampingan keluarga dalam percepatan angka stunting, 2. Pendampingan keluarga bagi calon pengantin, 3. Pendampingan keluarga bagi ibu hamil dan pasca persalinan, 4. Pendampingan keluarga bagi keluarga balita, dan 5. Aplikasi ELSIMIL bagi calon pengantin. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.