RUU SISDIKNAS BIKIN GEGER

1158

RANCANGAN Undang-Indang Sistem Pendidikan Nasional disiapkan oleh Kementerian pengampu. Produk RUU tersebut patut diduga tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik tetapi justru sebaliknya.

Setelah mendapat banyak kritik tentang hilangnya atau tidak disebutkannya pendidikan madrasah di dalam RUU tersebut menteri pendidikan Nadiem Makarim berkelit dan memberi penjelasan tetapi penjelasan itu justru dianggap tidak masuk akal.

Menurut menteri pendidikan madrasah yang jumlahnya ribuan itu tidak dihilangkan di dalam RUU. Menurutnya pendidikan kategori madrasah tetap disebut Di dalam batang tubuh dan bagian penjelasan.

Menyebut madrasah di dalam penjelasan menurut banyak pengamat dianggap tidak lazim karena yang dijelaskan umumnya adalah pasal demi pasal. Jadi alasan Nadiem Makarim sulit untuk diterima akal.

Warga negara yang berbahasa ibu bahasa Indonesia telah banyak memaklumi paparan RUU yang menjadi polemik tersebut. Sementara warga negara yang berbahasa ibu bahasa Jawa sebagian besar tidak memperoleh informasi tersebut secara lengkap.

Berkaitan dengan hal itu penulis menyajikan catatan kebudayaan dalam bentuk bahasa Jawa yang dirakit di dalam tembang Dandang Gula, dua pupuh komplit sebagai berikut:

NADIEM MAKARIM MBALELA

1.
Dewantara Ki Hajar peparing
Tri upaya pusat pamulangan
Sepisan nggih pemrentahe

Kapindo sinten niku
Masyarakat dipun suwuni
Telu pangarsa griya
Paringa pamengku

Tekan jaman reja mulya
Pawiyatan madrasah dipun icali
Ndiem asung jawaban.

2.
Tangeh lamun ujarnya Makarim
Landhesane tasih Pancasila
Madrasah ewon gunggunge

Tan ana tembung klentu
Dadas pana kawruh selami
Niat kang becik nyata
Nyuwune jinungrung

Nadiem Makarim mung cerita
Lamun owah lan obah kursi menteri
Rakyat bingung kewala.

Berikutnya terserah penilaian serta sikap pembaca terkait kebijakan Nadiem Makarim. Dalam hal ini ada stigma yang sulit dihapus ganti menteri ganti ide. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.