KANTONG SUARA PARPOL – SARANG TRANSAKSI PEMILU SERENTAK 2019

1191

WONOSARI, RABU PON – Parpol pemain lama, pada masa Soeharto berkuasa hanya ada dua yaitu Partai Demokrasi Indonesia (belum PDIP) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kala itu Golkar menghindar, emoh disebut sebagai partai politik. Pesta demokrasi 2019, jumlah kontestan menjadi 16 parpol. Helatan itu akan riuh, tidak hati-hati, martabat kemanusiaan bisa rontog.

Pemilu 2014, di Gunungkidul Golkar terbilang masih disukai masyarakat, membayangi PDIP. Indikasinya, terlihat pada pemilih yang mencoblos Pohon Beringin.

Harus diakui, Moncong Putih masih jawara, di balik bayang-bayang Soekarno, Banteng yang tidak digambar miring ini dicoblos 30.020 pemilih, meski parpol besutan Megawati ada di No Urut 4.

Gambar Pohon Beringin No Urut 5, tahun 2014 dicoblos oleh 15.100 pemilih, dibayangi Gerindra No Urut 6, dicoblos 15.026.

Lambang Matahari, PAN 12.906, PKB 11.794, Demokrat 11.750, PKS 10.288, serta lambang partai Nasdem dicoblos 9.574 orang.

Patut diduga, pemilih mencoblos tanda gambar itu motifasinya tidak mau repot karena harus membedakan ratusan foto tokoh. Atau kemungkinan memang benar-benar menyukai partai yang mereka coblos.

Mencoblos lambang partai pada Pemilu 2014, sangat boleh jadi akan mereka ulang pada Pemilu Serentak 17 April 2019.

Mulai 23 September 2019, para Caleg mulai blusukan ke Dusun, bahkan RT. Bohong besar jika mereka tidak menawarkan diri sembari meluncurkan agenda transaksi.

Ada saran konyol, “Terima uangnya, jangan pilih calegnya.”

Saran tersebut bukan hanya konyol, tetapi menjadi embrio gerakan yang menghancurkan demokrasi.

Saran saya sederhana, tetapi bisa berat untuk dilaksanakan. Anda tidak perlu menerima uang dari siapa pun, dan cobloslah lambang (ganbar) partai politik, sesui keinginan Anda.

Dengan begitu, Anda tidak kehilangan harga diri dan tidak merendahkan martabat kemanusiaan. Salam 17. Bambang Wahyu Widayadi




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.